Masuk Tol Lampung Wajib Pakai e-Toll

ist

BANDARLAMPUNG—Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Bakauheni – Terbanggi besar sudah diresmikan pada 21 Januari 2018 lalu. Saat ini tol Lampung sudah bisa digunakan dan belum berbayar alias gratis. Namun untuk masuk ke dalam tol, pengguna wajib memiliki kartu tol elektronik atau e-toll.

Kepala Kantor Perwakilan BI Lampung, Budiharto Setyawan menjelaskan, pembayaran masuk tol tidak melayani transaksi tunai. Pengguna harus memakai e-toll meskipun belum terkena biaya tol atau dikenakan Rp0.

“Gerbang pintu tol tak akan terbuka kalau tak menggunakan alat pembayaran nontunai tersebut,” ujarnya saat konpers di Darlene Steak, Bandarlampung, Senin (19/2).

Dia menambahkan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung tengah melakukan persiapan untuk melayani pembayaran tol secara elektronik di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Untuk sekarang ini masuk JTTS di Lampung belum dikenakan biaya.

Baca Juga:  BI Lampung Tegaskan Bitcoin Dilarang

Untuk infrastruktur pembangunan jalan tol terus dilakukan oleh PT Hutama Karya, sedangkan pihak perbankan dan Bank Indonesia, yang mempersiapkan sistem pembayarannya. Adapun bank yang telah siap melayani masyarakat terkait e-toll yaitu, dari himpunan Bank Negara (Himbara) serta Bank BCA.

Saat ini Bank Indonesia Perwakilan Lampung semakin agresif menerapkan akses keuangan layanan digital secara menyeluruh hingga seluruh lini masyarakat guna mendukung program pemerintah Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

“Hingga kini tingkat inklusif keuangan di Lampung, baru terlayani jasa perbankan tercatat sekitar 30 persen. Hal ini juga menjadi tugas Bank Indonesia untuk semakin mengenalkan keuangan digital kepada masyarakat,” kata Budiharto.

Baca Juga:  Jelang Idulfitri, BI Lampung Tambah Pasokan Uang Baru

Khusus dalam penggunaan kartu elektronik di tol yang akan segera diaktifkan, pentingnya Bank Indonesia memberikan informasi terkait sosialisasi sarana dan prasarana, syarat sampai cara top up kartu elektronik yang bisa digunakan masyarakat.

Manajer Fungsi Analisis Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, serta Keuangan Inklusif dan Perlindungan Konsumen, BI Kpw Lampung, Yustitia Asri Ertaningrum menambahkan, saat ini, e-toll untuk JTTS di Lampung masih dalam sosialisasi. Pemerintah belum menetapkan tarif untuk tol yang baru diresmikan tersebut.

“Sejak diresmikan, tol Lampung memang sudah bisa digunakan tetapi belum dikenakan tarif tol, dikarenakan belum ada ketentuan kebijakan pemerintah pusat sampai hari ini,” ujarnya.

Tetapi Bank Indonesia tetap menghimbau untuk masyarakat yang memasuki tol harus tetap membawa kartu elektronik selama perjalanan diruas jalan tol. Hal ini juga untuk mengedukasi masyarakat untuk penggunaan kartu elektronik selama diruas jalan tol.

Baca Juga:  DPRD Minta Pengembang Maksimalkan JTTS untuk Mudik Lebaran

Untuk tarif top up kartu elektronik, telah diatur Bank Indonesia yaitu maksimal Rp1.500 yang dikenakan antar bank yang berbeda. Sedangkan jika melakukannya di bank yang sama, maka biasanya tidak dipungut biaya tambahan.

Terkait keamanan uang elektronik, Bank Indonesia menghimbau kepada pemilik agar menyimpannya dengan baik, karena cara penggunaan alat pembayaran nontunai tersebut tidak memakai sandi pengaman tertentu, sehingga siapa saja bisa menggunakannya.

Perlu diketahui, turut hadir dalam acara konpers tersebut Kepala Tim Pengembangan Ekonomi, Kpw Bi Lampung, Meily Ika Permata, Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan, Eko Listiyono.(IH)

BI Lampung Budiharto Setyawan Tol Lampung wajib e-Toll

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan