Masyarakat Sukaratu Ngadu ke Wakil Bupati

PRINGSEWU – Belasan Masyarakat Pekon Sukaratu Kecamatan Pagelaran Beraudensi dengan wakil bupati Pringsewu dan beberapa instansi terkait dilingkungan pemerintah daerah setempat, Pertemuan audensi yang ditempatkan di Ruang Aula Kantor Pemda Kabupaten Pringsewu, Kamis (09/8/2018).

Kedatangan Belasan Masyarakat Pekon Sukaratu untuk menyampaikan beberapa persoalan, Ihwal dugaan penyimpangan Dana Desa tahun 2017 Pekon setempat, sekitar tanggal (31/06/2018) lalau, sudah dilaporkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu.

Dalam Audensi Masyarakat Pekon Sukaratu tersebut, diterima wakil Bupati Dr.H.Fauzi, SE, M.Kom, Akt yang didampingi asisten 3 bidang pemerintahan Alwi Siregar, Heriyadi Indra Sekretaris inspektorat dan Kasubag Hukum Sekretariat Pemda setempat Adit. Menerima secara langsung dari perwakilan masyarakat Pekon Sukaratu.

Perwakilan dari masyarakat Hendra Madison Ketua Karang Taruna Pekon Sukaratu menyampaikan, Adanya dugaan penyelewengan DD dan Alokasi Dana Pekon T.A 2017.

Sudah dilaporkan ke pihak Kejari lebih kurang dua bulan berjalan dalam menangani Laporan masyarakat pekon sukaratu terkait dugaan penyelewengan DD dan ADP, Laporan tersebut terkesan jalan ditempat.

“Kedatangan kami bertemu pak wakil bupati atas petunjuk dari kejaksaan negeri pringsewu, Karena berkaitan dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang melibatkan oknum kepala pekon dalam penyelewengan pengelolaan dana desa,” Kata dia.

Bahkan Kemarin, Kamis (9/8) Dirinya dan masyarakat lainnya. Sudah ketiga kalinya mendatangi ke kejaksaan Pringsewu bertujanya untuk mempertanyakan sudah sejauh mana proses hukum terkait dugaan penyelewengan dana desa.

“Maka kedatangan Kami, untuk meminta dari instansi internal pemerintah (Inspektorat) Agar serius dalam melakukan pemeriksaan dan pembinaan di Pekon Sukaratu,”Pintanya.

Dirinya menambahkan, Lanjut Hendra Madison Menurutnya, Ada ketimpangan social yang sangat jelas dalam pembangunan maupun fasilitas penunjang lainnya, hingga kini pekon sukaratu masih dalam kategori pekon(desa) tertinggal, bahkan menurutnya, dibandingkan dengan pekon (Pujiharjo) yang bersebelah, terhitung masih baru, akan tetapi saat bergulirnya program  pemerintah melalui dana desa peningkatannya jauh lebi bagus dari pekon sukaratu,”Ujar Hendra Madison.

 

Wakil Bupati Pringsewu DR. Fauzi Mewakili OPD Menjawab pertanyaan dari masyarakat pekon sukaratu, Pihaknya akan segera mempelajari dan menindak lanjuti laporan dari masyarakat.

“Terkait soal laporan masyarakat ke kejaksaan, Pemerintah daerah tidak bisa mengintervensi pihak kejaksaan, tapi, Pemerintah daerah melalui inspektorat akan medalami pembinaan, Apabila ditemukan pengelolaan Dana Desa terdapat kerugian uang negara. Maka, Oknum kakon harus mengembalikan uang tersebut ke kas Pekon,”Ungkap Fauzi.

Pemerintah daerah akan memantau terus melalui Inspektorat, Sambung Fauzi Kepada awak media mengatakan, Dalam pengembalian kerugian anggaran dana desa dikembalikan dengan jangka waktu yang sudah ditentukan.

“Apabila waktu yang sudah ditentukan (Red Fuazi) Tidak digubris (di indahkan) Maka sudah ranahnya aparat penegakan hukum, kami pemerintah daerahpun juga tidak bisa intervensi sudah ditangani penegak hukum yaitu kejaksaan yang akan bekerja,”Imbuhnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Inspektorat Heriyadi Indra mengatakan, inspektorat dalam hal ini masih memproses serta lebih mendalami kebenaran dari dugaan-dugaan yang dilaporkan oleh masyarakat Pekon Sukaratu. Sebagai lembaga intern pemerintah, Inspektorat masih tahap pemanggilan perangkat Pekon.

“Kami bekerja sesuai aturan dengan memiliki waktu 60 hari kerja, Sebelum waktu tersebut habis sudah ada kesimpulan Inspektorat, Jadi berikan kami ksempatan untuk bekerja mendalami dugaaan penyelengan ini, Supaya segera kami sampaikan hasil kesimpulannya,”tungkasnya.(DN)

Masyarakat Sukaratu

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan