May Day, Aliansi Buruh Tolak Hukuman Mati Daryati

May Day, Aliansi Buruh Tolak Hukuman Mati Daryati

Aksi May Day Aliansi Buruh Lampung di Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, Selasa (1/5/2018). Foto: Ist

BANDAR LAMPUNG – ALIANSI buruh Lampung mendesak pemerintah bergerak cepat dalam menyelamatkan Daryati (23), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Pesawaran dari ancaman hukuman mati oleh Pengadilan Singapura.

Diketahui, Pengadilan Singapura menjatuhi hukuman mati untuk Daryati karena telah membunuh Seow Kim Choo (59), pada 10 Juni 2016 di rumah semi terpisah bertingkat tiga milik sang majikan di Jalan 50C, Lorong H Telok Kurau.

Baca Juga:  Aksi May Day 2018, FPBI Tuntut Presiden Cabut PP 78/2015

“Kami menolak hukuman gantung bagi Daryati, buruh migran Indonesia asal Lampung,” kata Sepriyadi, kordinator aksi May Day di Tugu Adipura, Bandarlampung, Selasa (1/5/2018).

Menurut Sepriyadi, kasus hukuman mati Daryati ini harus diperjuangkan oleh pemerintah. Karena, masih menurut dia, PMI asal Pesawaran itu adalah pejuang Devisa Negara.

“Kami minta sama pemerintah harus dapat meperjuangkan warga negaranya yang bekerja di sana (Singapura) sebagai pejuang devisa. Jangan ketika hukum menjeratnya, pemerintah seakan menutup mata,” tegasnya.

Baca Juga:  Buruh Lampung Tolak Kenaikan Upah 8,03 %

Ketua Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Lampung ini juga mendesak pemerintah memberikan jaminan perlindungan bagi seluruh pekerja migran.Selain pembebasan Daryati dari ancaman hukuman mati, massa buruh juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. (*)

Buruh Lampung Daryati may day

Posting Terkait