Mediasi Ardi-Juanda Basri Atas Perintah Polisi?

Lampung Utara-Kusa hukum Ardi Yohaba yang menjadi korban pemukulan dan perampasan kamera oleh  Juanda Basri akan menyurati Polres Lampung Utara terkait perkembangan kasus yang sedang ditangani di Polres setempat.

Meski pihak Juanda Basri mengajukan perdamaian melalui kuasa hukum nya, namun Candara Guna, Kuasa Hukum Ardi menyesalkan pernyataan kuasa hukum Juanda jika perdamaian itu anjuran dari kepolisian.

Ini seolah olah ada dugaan permainan, saya akan menyurati Kapolres Lampung Utara guna mempertanyakan,tentang perkembangan kasus ini,termasuk berkaitan dengan peryataan pengacara Juanda Basri yang menyatakan pasal 351 KUHPidana tentang peristiwa penganiayaan yang dialami Ardi Yohaba dikatakan tidak memenuhi unsur, serta bahasa pihak penyidik menganjurkan perdamaian dan menahan perkara itu supaya tidak naik,”ujar Candra Guna, Rabu (28/10).

Candra mengaku heran jika laporan kliennya tidak memenuhi unsur dan pihak terlapor justru lebih dahulu mengetahui jika laporan Ardi tidak layak untuk di tindaklanjuti ke proses hukum selanjutnya.

“Padahal kita sendiri selaku pelapor belum mengetahui hal ini,kenapa malah justru terlapor dahulu yang mengetahui bahwa pasal 351 KUHPidana dikatakkan tidak memenuhi unsur sebagaimana yang disampai pengacara terlapor,muncul pertanyaan ada apa oknum polisi dengan pihak terlapor ini ada dugaan permainan supaya pelapor takut apa begitu caranya mediasi,”tegasnya.

Lanjut Candra, seharusnya ketika dua alat bukti sudah terpenuhi artinya unsurnya sudah cukup,yang menentukan apakah benar atau tidaknya peristiwa tindak pidana itu yang menentukan kebenarannya adalah pengadilan dan bukan polisi apalagi pengacara,”jelas Candra.

“Saya selaku kuasa hukum Ardi Yohaba saya tidak menuduh oknum kepolisian yang saya takutkan ini hanya perkataan yang dibuat buat oleh pengacara Juanda Basri masak polisi berani ngomong begitu dan ini sangat di sayangkan bahasa yang keluar dari perkataan pengacara Juanda Basri seolah ada interpensi dalam penanganan kasus ini dan harapan saya kepada pihak penyidik dan kapolres lampung Utara untuk segera metetapkan perkara Juanda Basri supaya tidak berlarut larut,”ujarnya.

 

Sementara Ardi Yohaba selaku pelapor berharap kepada pihak kepolisian segera menetapkan perkara

tersebut, meski nanti diketahui bersalah atau tidak, menurutnya hal itu akan diputuskan oleh pengadilan.

“Kalau nanti tidak terbukti bersalah itu sudah urusan pihak pengadilan supaya saya sendiri tidak adalagi tekanan dari pihak organisasi atau dari pihak perusahaan saya sendiri bekerja.Dalam hal ini saya sangat menyayangkan bahasa yang keluar dari bahasa pengacara Juanda Basri seolah memojokkan saya bukan memediasi dan mendinginkan suasana,apalagi dengan kalimat”351 KUHPidana Yang saya alami lemah”bukan dia pengacara atau kepolisian yang bisa menentukan benar atau salah setau saya pengadilan,apalagi perdamaian ini anjuran dari oknum kepolisian polres Lampung Utara seperti apa yang di ucapkan pengacara Juanda Basri,”jelas Ardi.

Ardi menyesalkan, pernyataan kuasa hukum Juanda Basri yang cenderung memperkeruh suasana bahkan dengan membawa nama kepolisian

“Abang denger sendiri bahasa ibram tadi semua juga mendengarkannya, buat apa mediasi kalau mau mengulas masalah perkara, saya memang bukan orang hukum tapi saya tau kapasitas masing masing mereka janganla mengkerdilkan seseorang atau menakuti saya dan saya selaku korban mau hadir kesana itu saya pandang bapak bupati Budi Utomo dan saya hargai itu, karna dia kepala daerah dan sekaligus pengayom kita, enggak elok mediasi namun membahas pidana yang seolah dia pengacara menjadi hakimnya, saya tidak terima itu toh kalau tidak ada titik temu dari pihak kepolisian resort polres Lampura saya akan ambil langkah bersama rekan rekan dan mengadukan hal ini kepolda Lampung, biar sama sama lega bukan berarti saya tidak menghargai pihak polres Lampura yang sudah membantu saya dalam perkara ini, sedikit yang saya simak Kanit Pidum yang lama bilang jangan dinaekan seperti bahasa pengacara Juanda ada apa coba,”katanya.

Diketahui, kuasa hukum Juanda Basri, yakni Ibram Fikma mencoba melakukan mediasi dengan menawarkan perdamaian dalam kasus tersebut namun opsi tersebut tidak menemui titik temu.

Pengacara Juanda Basri Ibram menjelaskan diperkara 351 KUHpidana yang terjadi pada ardi ini lemah,di sambutan awal Ibram ulanginya lagi itu tidak cukup unsur.

Pada mediasi itu Ibram selaku pengacara Juanda menjelaskan bahwa perdamaian ini anjuran dari pihak kepolisian dikarnekan antara Ardy dan Juanda Basri penyidik saling kenal,”kilah Ibram.

Dan Agus selaku Kanit Pidum berhasa menahan perkara supaya tidak naik,”jelas ibram kepada seluruh yang hadir di kediaman Bupati Budi Utomo Lampura saat itu.(rilis)

Posting Terkait