Menaker Hanif Minta Buruh Ubah Stigma soal Perayaan May Day

Menaker Hanif Dhakiri. (Istimewa)

Jakarta – Untuk menghilangkan kesan dan stigma negatif terhadap perayaan hari buruh yang biasanya diisi dengan aksi unjuk rasa, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta buruh untuk merayakan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day dengan kegiatan yang positif.

“Tahun ini kita mengambil tagline #MayDayIsAFunDay karea kalau May Day kesannya angker, serem, galau karena banyak masalah, saya khawatir gerakan buruh ini mengalami demoralisasi dan membuat buruh tidak tertarik kepada serikat pekerja,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti yang dilansir dari liputan6.com, Senin (30/4/2018).‎

Baca Juga:  May Day, Aliansi Buruh Tolak Hukuman Mati Daryati

Apa pun kegiatan buruh dalam rangka merakayakan May Day, kata dia, diharapkan tetap berjalan dengan tertib dan aman, termasuk buruh yang memilih turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa.

“Saya ingin image dari pekerja terus meningkat dan image dari serikat pekerja juga semakin membaik agar masyarakat juga terus mengapresiasi gerakan buruh yang berjuang untuk kepentingan bersama,” kata dia.

Baca Juga:  Aksi May Day 2018, FPBI Tuntut Presiden Cabut PP 78/2015

Hanif menambahkan, perubahan dunia semakin berjalan cepat dan massif. Beberapa jenis pekerjaan lama seperti pengantar surat mulai hilang karena perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Namun demikian, perubahan zaman juga menghasilkan sejumlah pekerjaan baru yang belum ada sebelumnya. Oleh sebab itu, dia meminta agar buruh juga menyiapkan diri agar bisa menyesuaikan diri atas perubahan-perubahan ini.

Baca Juga:  Hadapi May Day 2018, Polri Gelar Rapat Koordinasi

“Saya juga berharap serikat pekerja juga semakin canggih untuk menjawab tantangan-tantagan itu dengan terobasan dan inovasi baru,” tandas dia. (net/hp)

may day

Posting Terkait