Mencari Dalil Mengapa Dulu Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa Disidang di PN Jakpus

 

KPK Periksa Lima Orang Kontraktor Terkait Berkas Perkara Korupsi Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa

Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa memakai rompi tahanan KPK. Foto: Istimewa.

Fajar Sumatera – Sebelum menjadi tersangka kali keduanya, eks Bupati Lampung Tengah Mustafa menjalani sidang di Pengadilan Negeri [PN] Jakarta Pusat [Jakpus].

Waktu itu, Mustafa dituntut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] sebagai bupati yang diduga melakukan suap ke anggota DPRD Lampung Tengah. Dia tidak sendirian menjalani sidang di Jakpus. Ada juga eks Kadis PU-PR Lampung Tengah Taufik Rahman, dan anggota DPRD.

Baca Juga:  KPK Periksa Kardinal dan Taufik Hidayat Perkara Kasus Mesuji

Vonis Mustafa saat itu: 3 tahun pidana penjara per tanggal 23 Juli 2020.

Proses persidangan yang berlangsung di PN Jakpus itu bukan tanpa dasar. Saat itu ada pertimbangan dari Polda Lampung: dari sisi keamanan.

Hasil penelusuran Fajar Sumatera, Jumat malam, 23 Oktober 2020, informasi mengenai dalil penempatan sidang di Jakpus tertuang dalam surat vonis Taufik Rahman.

Dalil itu datang dari Mahkamah Agung, yakni dari Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 79/KMA/SK/IV/2018 tanggal 24 April 2018 tentang penunjukan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk memeriksa dan memutus perkara pidana atas nama terdakwa Mustafa dkk.

Baca Juga:  KPK Kawal Roadmap Implementasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sesuai UU
Mencari Dalil Mengapa Dulu Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa Disidang di PN Jakpus

Potongan surat vonis eks Kadis PU-PR Lampung Tengah Taufik Rahman. Sumber: Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Keputusan ini terbit sekitar satu minggu sebelum KPK melakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka untuk disidangkan di PN Jakpus .

“Hari ini dilakukan penyerahan barang bukti dan tersangka ke penuntutan [tahap II] atas nama MUS [Mustafa] dalam Tindak Pidana Korupsi suap terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Kabupaten Lampung Tengah 2018,” jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah kala itu, pada Senin, 16 April 2018.

Baca Juga:  Ada Pesan Dari KPK Untuk MA Usai Mengetahui Mantan Bupati Mesuji Khamami dan Sang Adik Ajukan PK

Teranyar, KPK telah melakukan pemeriksaan kepada puluhan saksi dalam rangka pelengkapan berkas perkara Mustafa. Mustafa jadi tersangka atas dugaan penerima suap senilai Rp95 miliar. Pemeriksaan itu berlangsung sejak 20 Oktober 2020 sampai 23 Oktober 2020.

Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan rangkaian kegiatan itu dimaksudkan untuk segera menyidangkan perkara Mustafa.

Reporter: Ricardo Hutabarat

KPK Mustafa Nunik

Posting Terkait