Menertawakan Jokowi

Ngupi Pai

Oleh: Supendi

PRESIDEN Joko Widodo dengan gaya khasnya baik dalam bicara, berpakaian maupun aktifitas lainnya selalu mengundang komentar banyak orang. Tentu, komentar yang meluncur beragam, bisa berarti positif tapi banyak juga yang negatif bahkan berujung bullyan.

Sekarang, jagat media sosial sedang ramai oleh beredarnya video meme Presiden Jokowi yang dianggap bicara tanpa arah yang jelas. Generasi milenial kebanyakan menilai, kosakata dan makna kata yang diucapkan orang nomor satu di negeri ini nggak nyambung. Ada dua video meme yang banyak disebar dan ditertawakan.

Pertama saat Jokowi mengomentari Film Dilan 1990. Usai nonton di bioskop di Senayan City, Jakarta Selatan, Jokowi dimintai komentar soal film yang sedang ngetren itu. Entah asli atau memang video editan. Beginilah kata-kata yang diucapkan.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Ingin Daerah Penghasil Beras Punya Pasar Induk

“Dilan itu…sebuah kesederhanaan yang diambil sudutnya, dengan sudut pandang yang dengan kamera yang pas gitu, jadinya…semuanya…apa? Eeee..kaget dan menjadi sebuah buming,” kata Presiden.

Kedua video komentar Presiden Jokowi usai ikut berburu sepatu sneakers di Jakarta Sneaker Day yang digelar di Mal Senayan City, Jakarta Pusat.

“Tren pasar seperti apa, tren sepatu seperti apa. Sehingga siapa pun apa, ee..tren itu akan membentuk sebuah pasar-pasar seperti sneakers yang apa…pada dua hari ini pameran disini,” kata Presiden.

Namanya juga meme…kalau yang dibahas negatif apalagi si pembuatnya memang tak suka sama sosok dalam video, maka habislah. Belum lagi bullyan netizen yang pedas-pedas. Haduhhh. Memang sih, dibuatnya meme kesannya buat lucu-lucuan, tapi tetap saja ngenes.

Apalagi yang sedang ditertawakan dan dianggap lelucon adalah Presiden, orang nomor satu di negara ini. Buat para pendukung Jokowi, tentu ini lebih terasa menyakitkan dibandingkan mereka yang netral.

Baca Juga:  Presiden Jokowi dan Wapres JK Bayar Zakat di Istana

Mungkin, mereka yang menertawakan itu merasa aneh dan risih, kok bisa-bisanya sekelas Presiden bicaranya tak jelas. Atau mungkin orang-orang ini selalu menuntut kesempurnaan dalam hidupnya, sehingga kekurangan sekecil apapun harus dikomentari sampai pada menjudge buruk.

Kalau orang bijak bilang, Jokowi dengan statusnya sebagai Presiden juga seorang manusia biasa, pasti punya kelemahan baik dalam segi wawasan, cara bicara atau pun bersikap.

Apalagi, Jokowi seringkali menunjukkan secara langsung tentang aktifitas sehari-harinya diluar tugas kenegaraan, yang mirip-mirip orang biasa. Maka tak heran, gaya bicaranya memang berbanding terbalik dengan presiden lain semisal SBY yang terbungkus rapi.

Dibalik video yang lagi viral itu, kita juga harus fair dengan melihat sisi positifnya. Hadir dan membeli sepatu sneakers (buatan Indonesia) serta mau datang ke bioskop dan menonton langsung film buatan anak negeri adalah sebuah simbol kebanggaan atas karya lokal.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Awali Pembangunan Pesantren Milik MTA di Karanganyar

Bukankah poin ini yang lebih pantas kita komentari? Sebelum ini, berita soal Jokowi yang membeli sepeda motor modifikasi anak bangsa model chopperland seharga Rp 140 juta juga sempat viral.

Usut punya usut, selain karena hobi, ini juga dilakukan untuk menggenjot brand lokal agar bisa bersaing ke tingkatan internasional.

Terlepas dari urusan berbau politis, lakon positif yang dipertontonkan Jokowi haruslah diapresiasi dan tak elok rasanya bila dijadikan guyonan.

Mengutip Amriiana Sadewii…”Bukan hal yang patut untuk dijadikan bahan guyonan. Bagaimana bangsa Indonesia dapat dihargai negara lain jika rakyatnya saja tidak menghargai presidennya sendiri. (*)

Jokowi

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan