Mengan Balak di Pringsewu Pecahkan Rekor MURI

mengan balak di pringsewu

PRINGSEWU-Sebuah pesta rakyat digelar masyarakat Pringsewu.  Ribuan warga
dari berbagai kalangan dari seluruh kecamatan di Bumi Jejama Secancanan –
Negeri Bersahaja, tumpah ruah berkumpul menjadi satu dalam ikatan
kebersamaan. Mengan Balak, demikian acara yang digelar sempena perayaan HUT
Kabupaten Pringsewu yang ke-9 di Lapangan Kuncup, Kabupaten Pringsewu,
Kamis (29/3) siang.

Sebanyak 15.000 porsi nasi bakar dalam bambu dengan
melibatkan lebih dari 5.000 orang  peserta ini merupakan sebuah peristiwa
budaya yang terbilang unik dan langka, bahkan berhasil memecahkan rekor
dunia, serta tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Acara Mengan Balak yang dihadiri oleh Bupati Pringsewu Hi.Sujadi dan Wakil
Bupati Dr.Hi.Fauzi bersama Ketua dan wakil ketua TP-PKK, wakil ketua DPRD
Pringsewu S.Nainggolan, jajaran muspida, Sekretaris Daerah Kabupaten
Pringsewu Budiman dan ketua DWP bersama jajaran Pemerintah Kabupaten
Pringsewu, serta tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama, dan lebih
dari lima ribuan warga Kabupaten Pringsewu.

Bupati Pringsewu Hi.Sujadi dalam sambutannya mengatakan Mengan Balak
merupakan salah satu dari bentuk  ragam budaya daerah Lampung yang wajib
dilestarikan, sebagaimana yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.10 Tahun 2014 tentang
Pedoman Pelestarian Tradisi.  “Mengan Balak yang secara harafiah berarti
makan besar, memiliki makna yaitu sebuah bentuk penyajian makanan dalam
jumlah yang besar untuk dimakan secara bersama-sama. Mengan Balak ini juga
merupakan sebuah peristiwa budaya yang sangat unik yang lebih menekankan
pada arti sebuah kebersamaan,” ujarnya.

Menurut Bupati Pringsewu, selain sebagai wahana dalam rangka melestarikan
budaya bangsa, acara Mengan Balak tersebut  juga dapat dijadikan sebagai
media untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah Pringsewu kepada publik
secara luas,  disamping untuk lebih meningkatkan  kepedulian  masyarakat
Pringsewu sendiri  terhadap  warisan leluhur bangsa, selain dapat pula
dimanfaatkan  sebagai sarana untuk mempromosikan potensi kepariwisataan
yang dimiliki Kabupaten Pringsewu.

Bupati Pringsewu Hi.Sujadi juga menyampaikan  apresiasi kepada pihak
penyelenggara, panitia, serta seluruh peserta Mengan Balak, maupun yang
lainnya yang telah turut serta dalam mensukseskan kegiatan tersebut. “Saya
ingin kegiatan yang sangat baik ini, dapat terus berkesinambungan, dan
bahkan bisa lebih ditingkatkan di masa-masa mendatang. Terlebih semua bahan
makanan, mulai dari beras, ikan, bumbu, hingga sayuran, termasuk wadahnya
berupa daun pisang dan bambu, semuanya berasal dari Pringsewu,” katanya.

Perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Awan Rahargo  mengatakan
kegiatan Mengan Balak atau makan besar secara bersama-sama yang melibatkan
ribuan peserta, dengan sajian nasi bakar dalam bambu sebanyak 15.000 porsi
ini merupakan yang pertama terjadi, bukan hanya di Indonesia, namun juga di
seluruh dunia. “Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI memberikan ucapan
selamat serta apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten
Pringsewu atas pemecahan rekor ini,” katanya.

Sementara itu,  di lokasi yang sama, pada malam harinya juga digelar acara
Kenduri Rakyat, yang dihadiri oleh sejumlah Duta Besar negara-negara
sahabat, diantaranya Duta Besar Iraq Mr.Abdullah Hasan Salih, yang datang
membawa serta istri dan anak, Duta Besar Serbia Mr.Slobodan Marinkovic,
Wakil Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Negeri Belanda untuk Indonesia
Mr.Carel de Groot, Counsellor Oman Mr.Anwar Ahmed M. Muqaibal, Charge d’
Affaires Uzbekistan Mr.Mahmud Tohtiev, Duta Besar Cambodia Mr.HOR Nam Bora
beserta wakil dubes, juga sejumlah pejuang

Posting Terkait