Mengintip Maksud Pernyataan Jaksa Agung yang Singgung Kinerja Kejari Lampung Barat

Jaksa Agung Benarkan Anak Buahnya Sedang Telusuri Dugaan Korupsi Dana Bansos Covid-19 di Lampung Timur

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Lampung. Foto: Ricardo Hutabarat/ Fajar Sumatera.

Fajar Sumatera – Kamis, 24 September 2020, Kejaksaan Agung mengadakan rapat secara virtual bersama Komisi III DPR RI.

Dalam kegiatan itu, Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin menegaskan tentang tindakan tegas dan terukur yang diberikan kepada insan adhyaksa– yang apabila diduga merusak citra kejaksaan.

Burhanudin mengatakan telah melakukan pencopotan jabatan dari para bawahannya di sejumlah wilayah. Itu dimaksudkan sebagai konsekuensi logis dari munculnya indikasi kekeliruan dalam melaksanakan tugas dan kewenangan dari seorang jaksa.

Dalam keterangan lanjutan Burhanudin, ia menyinggung dan menyebut Kejaksaan Negeri [Kejari] Lampung Barat [Lambar], sebagai subjek dari tindakan tegas yang dilakukan Kejaksaan Agung.

“Kami telah melakukan mutasi terhadap 2 orang Kepala Kejaksaan Tinggi, 5 orang Kajari [Kepala Kejari_red] dan 17 orang Kepala Seksi serta 4 orang Pejabat Kasubsi yang terindikasi melakukan penyimpangan kewenangan,” seperti diuraikan Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin dalam laporan media nasional Law Justice.

Ibnu Mazjah salah satu anggota dari Komisi Kejaksaan yang bertugas sebagai pengawas eksternal dari Kejaksaan Agung belum tahu tentang persoalan tersebut.

Terlebih pada dugaan kekeliruan melaksanakan tugas dan kewenangan insan jaksa yang terjadi di Kejari Lambar yang menjadi dasar pencopotan jabatan.

Keterangan ini disampaikan Ibnu Mazjah saat melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Tinggi [Kejati] Lampung, Kamis, 19 November 2020. Ia mengatakan Komisi Kejaksaan akan mempertanyakan perihal tersebut ke Kejaksaan Agung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Kejaksaan Agung Hari Setyono belum memberikan respons atau tanggapan saat dikonfirmasi Fajar Sumatera, Jumat, 20 November 2020, mengenai siapa yang dicopot hingga apa persoalan yang membuat adanya pencopotan jabatan di Kejari Lambar.

Pergantian jabatan Kajari Lambar dilaporkan di laman resmi Pemerintah Kabupaten [Pemkab] setempat. Diketahui, jabatan Kajari Lambar diduduki oleh Riyadi, menggantikan pejabat lama: Andri Juliansyah. Pejabat baru itu disambut Forkopimda setempat dan berlangsung pada 6 Juli 2020.

Saat disambut, Kajari Lambar Riyadi diminta untuk memberikan solusi jika ada kekeliruan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam menjalankan program. Juga diminta untuk menjalin sinergitas.

Kajari Lambar Riyadi diketahui merupakan jaksa yang lahir di Kota Metro, Provinsi Lampung. Dulunya dia bertugas sebagai Kepala Kejari Seram Bagian Timur, Ambon.

Andri Juliansyah kemudian ditugaskan sebagai Koordinator pada Kejati Sulawesi Utara [Sulut]. Ia dilantik di sana pada Kamis, 9 Juli 2020, berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : KEP-IV-367/C/06/2020 tanggal 4 Juni 2020 dan Surat Perintah Kepala Kejati Sulawesi Utara Nomor : PRINT’335/P.1/Cp.3/07/2020 tanggal 2 Juli 2020.

Saat pelantikan itu, Andri Juliansyah diberi beberapa pokok arahan sebagai jaksa yang bertugas sebagai koordinator;

– Identifikasi, pelajari dan kuasai tugas sebagai koordinator guna akselerasi pelaksanaan tugas;

– Ciptakan suasana kerja yang menyenangkan dalam pelaksanaan tugas, guna menjaga keharmonisan, kekompakan agar tetap selaras dengan visi dan misi korps;

– Tunjukan budaya kerja keras terutama bersiap dan adaptif dalam menjalani tatanan new normal di tempat kerja;

– Curahkan kemampuan pengetahuan dan pengalaman untuk menghasilkan capaian kinerja yang optimal dan hasilnya dapat dirasakan manfaatnya secara konkrit bagi kemajuan Kejaksaan;

– Wujudkan proses penegakan hukum yang adil, profesional dan bermartabat yang dilaksanakan dengan senantiasa mengacu pada integritas luhur yang menjadi landas pijaknya;

– Jaga integritas, jauhi penyimpangan dan perbuatan tercela dalam pelaksanaan tugas.

“Ingatlah selalu bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang kelak Saudara akan pertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Raimel Jesaja seperti dilaporkan media lokal Sindo Manado.

Baca Juga:  Jaksa Agung Burhanuddin Terbitkan Surat Edaran Untuk Bersiap Hadapi Kondisi New Normal

Kepala Seksi Penerangan Hukum pada Kejati Lampung Andrie W Setiawan membenarkan adanya pergantian Kajari Lambar dari Andri Juliansyah ke Riyadi. “Soal adanya pergantian pejabat benar demikian. Saya lupa tanggalnya. Pergantian jabatan itu hal yang lumrah sebagai bagian dari perjalanan dinas atau tour of duty,” terangnya.

Fajar Sumatera masih akan mempublikasikan kabar atau informasi terbaru terkait materi produk jurnalistik di atas sesuai dengan Pedoman Media Siber.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Kejaksaan Agung Kejari Lampung Barat Sanitiar Burhanudin

Posting Terkait