Menko PMK Tanamkan Pendidikan Karakter Lewat Sepak Bola

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani (tengah). (Istimewa)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani meyakini tujuan merevolusi mental bisa terwujud salah satunya lewat olahraga. Puan mencoba menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak melalui sepak bola.

Puan membuka ajang Final Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat SMP Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (12/5/2018). Kegiatan tersebut merupakan pembuka kunjungan kerjanya di Kota Malang. Kepada para peserta, Puan meminta para peserta bertanding secara sportif, karena itu menjadi hal terpenting dari pertandingan.

“Bertandinglah dengan sportif, sebab dalam pertandingan, ada menang dan ada yang kalah,” pesan Menko PMK kepada seluruh tim yang bertanding, sesaat setelah melakukan kick off, dalam rilis yang diterima wartawan.

GSI merupakan wadah bagi siswa untuk mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter sesuai Perpres Nomor 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Menko PMK, Puan menyampaikan, GSI juga jadi salah satu upaya pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam memotivasi pihak-pihak berwenang memberikan ruang belajar bagi siswa berbakat dan berminat pada olahraga, salah satunya sepak bola.

Event GSI tingkat Kota Malang yang diikuti 3.000 siswa dari berbagai SMP di Kota Malang juga digelar dalam rangka mewujudkan program Nawacita Presiden Jokowi yaitu revolusi mental.

Menko perempuan termuda itu menyampaikan, revolusi mental dibutuhkan sebagai strategi pembangunan budaya dan manusia Indonesia yang berkarakter dan berjiwa kuat. Menurut Puan, tiga nilai revolusi mental, yakni integritas, etos kerja, dan gotong royong terus dikampanyekan pemerintah dengan koordinasi Kemenko PMK agar menjadi budaya masyarakat.

Nilai Pancasila

Untuk mewujudkannya, kata Puan, perlu diawali pemerintah sesuai Inpres Nomor 12 Tahun 2016 terkait layanan publik kepada masyarakat yang diselenggarakan dengan tertib, bersih, mandiri, dan bersatu. Sementara di bidang pendidikan adalah dengan memasukkan kembali segala nilai pendidikan Pancasila dan karakter.

“Kita mulai gerakan revolusi mental dengan mengubah cara pikir, cara kerja, dan cara hidup. Lalu dilanjutkan dengan membangun karakter yang penuh integritas, etos kerja, dan gotong royong,” tutur Puan, seperti yang dilansir dari liputan6.com.

Terkait final GSI, tim yang menjadi pemenang di tingkat Kota Malang selanjutnya akan bertanding di tingkat provinsi dan jika menang akan mewakili provinsi berlaga di tingkat nasional. Melalui event GSI diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya pendidikan karakter dan revolusi mental yang dapat diaplikasikan di semua sendi kehidupan.

“Meningkatkan kecakapan kolaboratif dan kooperatif, meningkatkan kesehatan jasmani, menciptakan kondisi kompetitif secara sehat, melatih sportivitas dan tanggung jawab, mengembangkan bakat dan minat siswa terhadap sepak bola, serta meningkatkan persatuan dan kesatuan antara siswa seluruh Indonesia,” ungkap mantan Ketua Fraksi PDIP tersebut.

Selama kunjungan di Kota Malang, Menko Puan didampingi Mendikbud Muhadjir Effendy, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto, Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Alex Indra Lukman dan Alfi Reziani, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko serta para pejabat Eselon I Kemenko PMK. (net/hp)

756 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Pendidikan Karakter

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan