Menteri Darmin Pimpin Rapat soal Stabilisasi Harga Pangan

Ilustrasi Bahan Pangan (Ist)

Jakarta – Jajaran menteri kabinet hari ini menggelar rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Darmin Nasution. Mereka membahas harga bahan pokok jelang puasa dan lebaran.

Dipantau detikFinance rapat berlangsung sejak pukul 08.30 WIB hingga pukul 10.01 WIB. Hadir Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri BUMN Rini Soemorno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti.

Menurut Enggar rapat membahas strategi menstabilkan harga bahan pokok jelang lebaran. Hal itu dilakukan dengan memasok bahan pokok ke pasar.

Baca Juga:  Penurunan Harga Pangan Lemahkan Ekonomi

“Bagaimana menurunkan harga bahan pokok. Sekarang kita banjiri (dengan pasokan) saja pasar,” katanya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, seperti dilansir liputan6.com, Rabu (28/2/2018).

Ia memaparkan akan fokus menstabilkan harga bahan pokok seperti beras dan gula. Stabilisasi tersebut rencananya dilakukan sampai harga bahan pokok mencapai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Beras dulu lah terus kita pantau mengenai gula dan semuanya untuk tetap harga stabil menjelang lebaran. Sampai HET,” sambungnya.

Baca Juga:  Jelang Ramadan, DPR Minta Pemerintah Stabilkan Harga Pangan

Lebih lanjut, Enggar menilai bahwa saat ini stok beras di gudang Bulog tidak ada masalah. Ia memperkirakan saat ini pasokan beras ada sebanyak 700-800 tibu ton.

“Stok sekarang Bulog yang tahu tapi stok nggak ada soal kok, 700-800 ribu ton. Yang pasti kita teruskan ada in ada outnya jadi kekosongan atau bukan kekosongan seluruh pedagang beras di pasar tradisional menjual beras,” imbuhnya.

Baca Juga:  TTI Strategi Jaga Stabilitas Harga Pangan

Sementara itu, senada dengan Enggar, Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti juga mengatakan bahwa rapat tersebut membahas tentang stabilisasi harga pokok. Namun ia enggan berkomentar banyak soal jumlah pasokan beras Bulog saat ini.

“Saya bahas persiapan-persiapan lebaran dan sebagainya. Banyak saya lupa (jumlah pasokan beras),” ungkapnya.

(net/hp)

Harga Pangan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan