Modal Koperasi Harus Mandiri

Ilustrasi. (Ist)

BANDARLAMPUNG—Koperasi punya peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Modal menjalankan koperasi ini diperoleh secara mandiri dari iuran para anggota dan bukannya berharap pada bantuan modal dari pemerintah.

“Mestinya sumber modal koperasi didapat secara  bergotong royong seluruh anggota, untungnya untuk bersama dan dikelola secara transparan,” kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung periode 2014-2019, Anang Prihantoro, Selasa (13/3).

Anang menyesalkan adanya masyarakat yang berlomba membentuk koperasi dengan tujuan mendapatkan suntikan modal atau pinjaman dana. Sehingga orientasi pembentukan koperasi sudah melenceng dari ketentuan.

Baca Juga:  Koperasi Syariah Bisa Kelola Zakat

“Berkoperasi bukanlah hanya menunggu bantuan dari pemerintah, namun bagaimana membangun perekonomian, demi meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dengan berasaskan kekeluargaan,” kata dia.

Pria kelahiran Nambah Dadi, Terbanggi Besar, Lampung Tengah ini menambahkan, orientasi mengharapkan bantuan modal inilah yang turut menyebabkan banyak koperasi di Indonesia tak bertahan lama.

“Koperasi di Indonesia jumlahnya mencapai sekitar 61 ribu telah dibatalkan, dan di Lampung sendiri ada lebih dari 2.000 unit. Mungkin yang bisa dibina atau dipertahankan hanya beberapa saja,” ujarnya.

Baca Juga:  Banyak Koperasi Tak Lakukan RAT

Anang menjadikan Koperasi Kredit (Kopdit), Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mekar Sai di Lampung sebagai contoh pengelolaan koperasi yang benar.

“KSP Mekar Sai merupakan satu dari sejumlah koperasi primer. Diusianya menginjak 26 tahun mampu memiliki aset mencapai lebih dari Rp400 miliar, keanggotaan sudah hampir 15 ribu. Prestasi yang didapat ini bukan perjalanan yang pendek, dan ini salah satu koperasi simpan pinjam di Bumi Ruwa Jurai yang paling besar dan solid,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam perjalanannya, KSP Mekar Sai juga tidak pernah mendapatkan kucuran dana dari pihak lain. Semuanya bersumber dari tabungan anggota.

Baca Juga:  Kemenkop Bubarkan 4.000 Koperasi

DPD meminta supaya Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dan Dekopinda bisa meningkatkan peran pembinaan koperasi. Dengan begitu, koperasi bisa terus aktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya.

“Dekopin itu mesti membina koperasi-koperasi kecil, oleh karenanya kami turun mengajak teman teman koperasi kredit yang memang sudah lebih piawai untuk mengelola koperasi. Ini semua untuk merefresh kembali bagaimana mengelola koperasi dengan benar,” kata dia.(IH)

288 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

DPD RI Anang Prihantoro Koperasi KSP Mekar Sai

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan