Muchlis Adjie Dikawal Ketat Keluar Dari BNN

Muchlis Adjie Dikawal Ketat Keluar Dari BNN

Foto: Dok.Tommy/Fajarsumatera.co.id

BANDAR LAMPUNG – KEPALA Lapas Kalianda non aktif Muchlis Adjie keluar dari kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Rabu (30/5), pukul 10.20 WIB. Muchlis keluar dikawal dua petugas dengan tangan diborgol namun ditutupin dengan baju sambil membawa sejumlah buku rekening tabungan.

Raut wajah Muchlis tampak lesu dengan berjalan sambil menunduk mencoba menghindari sorotan kamera awak media.

Mau dibawa kemana bang, tanya para awak media kepada petugas saat mengawal Muchlis keluar. “Mau dibawa jalan-jalan dulu, biar seger,” jawab petugas.

Baca Juga:  Alasan Presiden Jokowi Pilih Irjen Heru Winarko Jadi Kepala BNN

Dari informasi yang dihimpun wartawan Fajarsumatera.co.id di Kantor BNNP Lampung. Muchlis hendak dibawa ke salah satu bank di Bandar Lampung untuk mengetahui kemana saja aliran dana peradaran narkoba di lapas Kalianda.

Dalam perkara peredaran narkoba di dalam Lapas Kalianda II A, BNNP telah menetapkan penahanan Muchlis Adjie selaku Kalapas. Penahanan dilakukan BNNP karena Muchlis Adjie mengetahui peredaran barang haram tersebut.

Dalam perjalanan kasus itu, BNNP juga menduga ada sejumlah aliran dana yang diterima Muchlis dari Marzuli Yunus, tersangka sekaligus narapidana yang menjadi Bandar Narkoba.

Baca Juga:  Kanwil Kemenkumham Diperiksa BNN

Aliran dana tersebut belum dapat dirincikan BNNP secara detail. Namun dalam keterangan resmi Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol Tagam Sinaga, sedikitnya ada tiga kali transaksi uang yang ditransfer oleh Marzuli Yunus sebagai duit pelicin.

“Kalian boleh tanya kembali dengan pak Muchlis kebenarannya. Sedikitnya ada tiga kali transaksi duit yang ditransfer ke dalam rekening Muchlis Adjie. Dan ini sedang kami telusuri, berapa. nominalnya,” jelas Tagam di ruang aula kantornya, Kamis (24/5).

Setelah ditahan, Muchlis Adjie dijerat dengan pasal 114, dan 132 UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun.

Baca Juga:  Kepala BNN Ajak Masyarakat Lampung Bangkit Lawan Narkoba

BNNP juga turut mengamankan empat buku rekening BCA, BNI, BRI dan Mandiri milik Muchlis Adjie. Untuk mengetahui aliran dana yang diduga sebagai Tindak Pidanan Pencucian Uang (TPPU), BNNP juga menghadirkan penyidik BNN Republik Indonesia dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Penyidik yang dihadirkan berasal dari Direktorat TPPU BNN RI. (Tommy)

BNN Muchlis Adjie

Posting Terkait