Mudik Gila-gilaan

Ngupi Pai

Oleh Riko Firmansyah

Saleh menggambar kengeriannya soal ledakan arus mudik, tahun ini. Pada 2017, pemudik yang melintas di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, mencapai 2 juta orang.

“Tahun ini, saya prediksi bisa mencapai tiga kali lipat dari 2017. Berarti akan ada 6 juta orang yang akan mudik,” kata Saleh.

Lonjakan itu disebabkan naiknya perekonomian masyarakat dengan bermuculannya alternatif lahan pekerjaan baru di bidang jasa dan barang. Di antaranya, e-commers dan transportasi online.

Fenomena itu booming pada 2018. Bahkan para karyawan—kecuali ASN—rela berhenti dari pekerjaan karena penghasilnya menjanjikan. Meski sudah ada tahun sebelumnya, tetapi tidak signifikan menaikan tingkat penghasilan seperti saat ini.

Walaupun ada yang nyambi jadi Gojek, Gofood, hingga Grab, di sela kesibukannya. Tetapi, tetap saja penghasilan sampingan tersebut lebih besar.

“Bayangkan Minak, mereka mulai ancang-acang pada Ramadan ini. Padahal, selama belasan tahun tak melakukannya. Bisa dibilang bakal ada lonjakan arus mudik dan balik gila-gilaan,” ujar Saleh.

“Hmmm, sudahlah maksudmu apa?” Respon Minak Tab.

“Siap tidak pemerintah menyediakan moda transportasi untuk menampung ledakan mudik dari Jakarta ke Pulau Sumatera. Khususnya jalur Merak-Bakauheni?” Tanya Saleh.

“Siaplah, yang sudah-sudahkan begitu. Lalu, apa?” ujar Minak Tab.

“Aih, Minak tak memperhatikan tah? Sebagian besar kapal penyeberangan belum terbarukan. Terkadang kena hantaman ombak dan angin kencang saja gagal sandar,” jelas Saleh.

Bagaimana bila kapal-kapal itu over kapasitas demi mempercepat mengurainya panjangnya antrian? Apa yang disiapkan pemerintah di Selat Sunda bila mogok atau kecelakaan?

Apakah hanya mengandalkan pertolongan dari kapal sejenis yang sama-sama sarat muatan di tengah laut? Bagaimana bisa menolong korban bila pada dasarnya mereka sendiri juga butuh pertolongan?

“Kalau itu yang dirisaukan buat saja poskotis dan perbanyak tim SAR  dengan sarana cukup mangkal di pulau-pulau pada jalur penyeberangan itu. Bereskan, apalagi? Dan, kamu jangan terlalu berandai-andai, semua itu kuasa Ilahi. Bisa-bisa puasamu batal,” tandas Minak Tab.

 

Mudik Gila-gilaan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan