MUI Kutuk Serangan Amerika Serikat cs ke Suriah

Foto: Ilustrasi. (Ist)

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk serangan udara Amerika Serikat dan sekutunya ke Suriah.

“MUI mengutuk dengan keras tindakan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya untuk menyerang Suriah dengan tuduhan pihak pemerintah Suriah telah mempergunakan senjata kimia dalam perang saudara tersebut,” kata Sekjen MUI Anwar Abbas kepada wartawan, Senin (16/4/2018).

“Tindakan Amerika Serikat ini jelas-jelas sangat berbahaya karena selain akan membuat jatuhnya korban dari kalangan sipil dan anak-anak serta kaum perempuan,” imbuhnya.

Anwar mengatakan serangan udara ini malah akan menyulut serangan balasan dari Rusia cs ke Amerika Serikat. Sedangkan warga Suriah tetap akan menjadi korban dalam serangan tersebut.

“Tindakan ini juga bisa menyulut perang baru yang lebih luas dan lebih besar lagi karena besar kemungkinan pemerintah Rusia, China, dan Iran juga tidak akan tinggal diam dan membiarkan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya membumihanguskan Suriah, yang merupakan mitra mereka,” ujarnya seperti dilansir dari detik.com.

Baca Juga:  Pemerintah Fokus Selamatkan WNI di Suriah

“Kita sangat khawatir tindakan Amerika Serikat ini akan menyulut perang yang lebih besar dan lebih meluas lagi yang tidak akan berkesudahan seperti di Afghanistan yang telah menyebabkan jatuhnya banyak korban dan kerusakan serta kerugian yang tidak terkira,” sambung Anwar.

MUI menilai serangan udara Amerika Serikat cs itu gegabah dan tidak bertanggung jawab. MUI mendesak negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan PBB mengambil sikap terhadap Amerika cs.

“MUI mengimbau dan mendesak negara-negara OKI dan PBB untuk berusaha menghentikan tindakan biadab Amerika Serikat ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemerintah Fokus Selamatkan WNI di Suriah

Anwar mengatakan MUI mendukung langkah pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi lewat politik nonblok. Anwar mengatakan sikap itu menunjukkan kiprah Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“MUI mendukung langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia, terutama oleh Menteri Luar Negeri, dan meminta pihak pemerintah untuk menindaklanjuti apa yang sudah dilakukan. Ini penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita dalam melaksanakan politik luar negeri berpegang teguh kepada prinsip bebas aktif di mana kita tidak mau masuk ke dalam blok-blok yang ada dan kita memiliki komitmen yang tinggi untuk menciptakan perdamaian dunia,” ujar Anwar.

Sebelumnya diberitakan, AS bersama Inggris dan Prancis akhirnya benar-benar melancarkan serangan terhadap Suriah pada Sabtu (14/4) dini hari. Sejumlah ledakan menghantam Ibu Kota Damaskus dan dua lokasi lain di dekat Kota Homs, menurut Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Baca Juga:  Pemerintah Fokus Selamatkan WNI di Suriah

Presiden Donald Trump mengumumkan serangan itu merupakan tanggapan atas dugaan serangan kimia. Rusia mengutuk serangan itu sebagai pelanggaran atas hukum internasional serta memperingatkan bahwa AS, Inggris, dan Prancis tak akan dibiarkan.

Saudi dan sekutunya menyatakan dukungan bagi serangan rudal yang dilancarkan AS, Inggris, dan Prancis itu. Rezim Suriah telah menyangkal menggunakan atau memiliki senjata kimia. Rezim Presiden Bashar al-Assad juga mengecam serangan AS bersama Inggris dan Prancis itu yang disebut sebagai ‘aksi agresi’. (net/hp)

3,979 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Perang Suriah

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan