Mulai 2019, PNS Tulangbawang Diwajibkan Beli Beras dari Petani Lokal

MENGGALA – Bupati Tulangbawang Hj Winarti akan memberlakukan aturan terhadap seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) se Tulangbawang agar wajib membeli dan memgkosumsi beras hasil petani lokal.

Menurut Winarti hal tersebut bertujuan guna membantu peningkatan ekonomi para petani lokal, agar tidak kesulitan memasarkan beras yang dihasilkan oleh para petani di Tulangbawang.

Dijelaskan Winarti, tingkat keberhasilan petani bukan hanya diukur dari hasil panen yang didapatkan, melainkan juga harus dibarengi adanya keseimbangan antara hasil panen dengan pemasaran.

Sebab kata Winarti, terkadang sewaktu panen raya kebanyakan para petani menjual Gabah Kering Panen (GKP) atau enggan untuk menjadikanya Gabah Kering Giling (GKG) menjadi beras padahal jika dijadikan beras petani akan mendapatkan hasil yang lumayan.

“Semua petani pasti bermimpi ingin gabah yang dimiliki dijadikan beras, karena harga gabah dengan beras selisih jauh  harga  GKP misalnya 5.000,-perkilo, sementara GKG bisa mencapai 7-8 ribu, artinya jika semua gabah dijadikan beras maka petani kita mendapatkan hasil 2-3 ribu perkilo sementara 1 hektare sawah bisa hasilkan 4 ton GKP bisa dihitung berapa pendapatan lebih yang diperoleh oleh petani lokal, ini tugas kita mencarikan solusi untuk mewujudkan mimpi para petani, ” papar Winarti, Minggu (14/10).

Oleh itu lanjut Winarti, salah satu upaya membantu petani lokal se Tulangbawang, dirinya akan menerapkan sebuah sistem dan regulasi  dengan melibatkan seluruh PNS se Tulangbawang, serta Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) masing-masing kampung.

Yaitu sambung Winarti, nantinya seluruh PNS mulai tahun 2019 diwajibkan untuk membeli dan mengkosumsi beras asal petani lokal yang di tampung oleh Bumdes, karena dengan begitu dirinya yakini akan ada stabilitas hasil panen dan harga jual.

“Kita akan susun Format agar hasil panen ditampung oleh Bumdes kemudian baru dijual dipasaran, dan untuk seluruh PNS wajib hukumnya beli beras asal petani lokal yang dipasarkan oleh Bumdes. Dengan sistem ini maka kedepanya saya yakin para petani akan lebih giat meningkatkan pencapaian produksi dan kualitas pangan ,” urainya.

Menjawab keluhan petani yang sampai saat masih menjemur padi secara manual lantaran minimnya peralatan pengering padi atau Dryer, Winarti menyatakan jika dirinya telah memerintahkan kepala Dinas Pertanian untuk mendatanggi Kementrian guna meminta agar kabupaten Tulangbawang dapat diberikan bantuan Dryer.

“Insya Allah, pemerintah pusat memgakomodir apa yang menjadi kebutuhan  petani, bahkan jika ada kesempatan saya sendiri yang akan menghadap Presiden Jokowi untuk meminta bantuan Dryer apalagi memang kita Tulangbawang ditargetkan menjadi salah satu lumbung pangan, jadi apapun kebutuhan petani pasti akan dipenuhi oleh Pemerintah pusat, ” pungkasnya. (Fs-Mr)

beras tulangbawang

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan