Mulut Pengantin Baru

Agui

Mulutmu adalah harimaumu. Pepatah klasik itu masih berlaku sampai sekarang.  Gara-gara ngomong sembarangan, Darti (nama disamarkan), usia 22 tahun, langsung diusir sama suaminya, sebut saja Darto (usia 25 tahun. Bagaimana tidak, suami yang baru saja dinikahinya, dibilang jelek dan hitam.

Cinta itu membut orang jadi pemaaf. Tapi jika perkawinan berlatar belakang kasihan atau kepepet, sifat pemaaf itu nihil. Bisa saja, hanya karena kesalahan kecil pasangannya, dinyinyiri terus seperti oposisi pada pemerintah. Tapi itu masih mending. Saking tak ada lagi kata maaf bagimu, banyak juga yang tega membunuh istri sendiri.

Baca Juga:  Bini Minta Dielus Doang

Darto yang tinggal di Telukbetung, Bandarlampung, mestinya masih menikmati hari-hari bahagia sebagai pengantin baru. Tapi baru jadi pengantin tiga hari , kemesraan itu telah sirna, berubah menjadi kebencian yang semakin mengerucut, dan istri pun diusirnya.

Sebagai anak muda seusia Darto, mestinya masih saatnya tebar pesona mencari calon pasangannya. Tapi sayangnya, tak ada yang tertarik padanya. Sudah tidak kaya, tampang juga terlalu standar, tinggi, kurus, item lagi. Jadi mirip-mirip tiang rambu-rambu milik Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, hanya tengah atau pas perut Darto tak ada cat putihnya.

Lalu ada dua keluarga berusaha berkoalisi untuk menjodohkan dua sejoli. Darto hendak dikawinkan dengan Darti yang berusia lebih muda 3 tahun. Awalnya anak muda menolak, tapi ketimbang sampai tua tidak laku, ya sudahlah…..dia siap menikah dengan Darti, apa lagi tanpa harus teken 17 item pakta integritas segala.

Baca Juga:  Akibat Kelamaan Menduda

Resepsi diselenggarakan dengan meriah, tanggap tarling segala. Keluarga mertua memang siap mendanai secara total atas perkawinan ini, meski sebetulnya Darto nyaris hanya modal burung doing.

Tapi ternyata baru beberapa hari jadi suami istri, Darto sudah hilang rasa bahagianya. Sebab Darti sekarang sudah malas melayani ajakan menjalankan “sunah rosul”. Sebaliknya, istri lebih asyik main WA-nan dengan seorang lelaki. “Itu pacar lamamu ya?” tuduh Darto.

Baca Juga:  Waspada Curhat-curhatan

Ternyata Darti menjawab garang, kalau iya mau apa? “Lho, kamu kan sudah jadi istri saya, nggak boleh begitu dong!” protesnya. Ternyata jawab istrinya lebih menyakitkan,

“Habisnya kamu jelek dan item.” Jawaban itu sangat membuat Darto murka. Enak saja disebut item dan jelek.

Saking emosinya, Darto jadi kehilangan rasa maaf pada istri sendiri. Saat istri tertidur pulas, tiba-tiba dibangunkan. Begitu Darti bangun langsung diusir dari rumahnya. (*)

Agui

Posting Terkait