Musrenbang, Ini Harapan Masyarakat Rawapitu

Bapeda-Litbang Kabupaten Tulangbawang melaksanakan Musrenbang tingkat Kecamatan di Rawapitu,yang dihadiri oleh berbagai Unsur serta pemangku kepentingan. | Foto: Murni/Fajar Sumatera

MENGGALA – Masyarakat Kecamatan Rawapitu, Kabupaten Tulangbawang meminta perbaikan jalan poros Rawapitu-Meraksa Aji, pengerukan dan pendalaman kanal utama, perbaikan dan penambahan pintu air serta sanitasi air bersih.

Permintaan itu disampaikan masyarakat pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tahun 2020-2021 yang digelar digelar di aula kecamatan wilayah itu, Senin.

Hadir pada Musrenbang itu, Anggota DPRD Tulangbawang Ferli Sanjaya, Teguh Jayadi, Marjoko, Edison Thamrin, Yunardi Hasan dan Hengki Wijaya, unsur TNI-Polri, jajaran Bappeda-Litbang serta jajaran aparatur kampung dan kecamatan juga ratusan masyarakat Rawapitu.

Masyarakat juga meminta Pemkab Tulangbawang agar membangun serta memperbaiki berbagai fasilitas fisik diwilayah yang mayoritas masyarakat hidup sebagai petani sawah.

Sutikno (41) warga Rawapitu mennyatakan jika setiap tahun petani merugi diakibatkan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.

Selain curah hujan, banjir juga disebabkan oleh pendangkalan kanal utama yang tidak bisa menampung debit air. Akibatnya air meluap mengenanggi areal persawahan dan peladangan.

“Jadi kedepan kami masyarakat meminta supaya Pemkab Tulangbawang memprioritaskan pengerukan kanal utama di Rawapitu ini sehingga walaupun musim hujan banjir tidak lagi mengenangi sawah-sawah petani. Kami sangat berharap ini direalisasikan mengingat hasil tani adalah sumber kehidupan seluruh masyarakat Rawapitu,” paparnya.

Baca Juga:  Winarti Apresiasi Pengesahan Perda KLA

Selain kanal, Sutikno meminta agar pemkab menambah serta memperbaiki pintu air yang sangat berguna untuk pengaturan air ke saluran irigasi baik saluran sekunder maupun primer.

“Pintu air juga sangat kami butuhkan apalagi mayoritas kami masyarakat Rawapitu hidup sebagai petani, jika sistem aliran air tidak stabil mengalir ke sawah maupun ladang melalui saluran irigasi maka akan berdampak terhadap hasil panen, dengan kata lain kami merugi, namun jika air berkecukupan maka hasil penen akan melimpah tentu itu berpengaruh terhadap ekonomi petani,” ingatnya.

Warga lainya Karyono (52) mengaku sangat berterima kasih digelarnya Musrenbang di kecamatan itu lantaran memberikan kesempatan dan peluang bagi dirinya dan masyarakat lainya untuk menyampaikan apa yang menjadi harapan terhadap pemerintah.

“Kami sangat menyambut baik, apalagi dalam kegiatan Musrenbang ini dihadiri oleh jajaran Anggota DPRD Tulangbawang dan Pemkab. Kami harap apa pembangunan yang menjadi keinginan dapat diakomodir, karena apa yang kami sampaikan benar-benar menjadi kebutuhan dasar seluruh masyarakat Rawapitu,” ucapnya.

Menurut Karyono, selain Perbaikan dan pembuatan kanal, mewakili masyarakat dia juga menginginkan agar pemkab memperbaiki beberapa fasilitas fisik di kecamatan tersebut.

Seperti perbaikan kerusakan jalan poros kecamatan Penawaraji menuju Rawapitu yang saat ini dalam kondisi rusak parah.

Hal tersebut, katanya berdampak terhadap stabilitas harga hasil bumi, karena para petani Rawapitu kesulitan menjual hasil penen ke luar kecamatan dengan harga yang relatif stabil.

Baca Juga:  Wakil Bupati Hadiri Musrenbang di Kecamatan Batang Hari

Menurutnya sejak kondisi jalan poros Rawapitu-Meraksaaji mengalami kerusakan yang cukup parah, para warga terpaksa menjual hasil panen ditempat dengan.para tengkulak dengan harga rendah.

“Jalan utama merupakan akses masuk dan keluarnya masyarakat dari Rawapitu menuju Meraksaaji, saat ini kondisi jalan rusak parah. Jika hujan selain berkubang jalan juga licin sangat berbahaya untuk dilalui. Kami berharap kepada pemkab melalui tahun anggaran 2020-2021 Jalan poros antar kecamatan bisa diperbaiki sehingga akses kami keluar masuk menjual hasil panen berjalan lancar,” ujarnya.

Berbeda dengan Sutinah, ibu rumah tangga Warga Kampung SP 7 Rawaragil, ini meminta agar dalam waktu dekat pemkab membangun sanitasi air bersih pada wilayah kampungnya.

“Di kampung saya sangat susah mendapatkan air bersih, terkadang untuk minum dan kebutuhan rumah tangga kami harus beli air isi ulang, jika tidak punya uang terpaksa kami menadah air hujan yang terlebih dahulu diendapkan beberapa hari. Sementara mandi kami dengan terpaksa mandi di kanal, padahal air bercampur lumpur dan payaw, apa boleh buat tidak ada pilihan. Kami harap sanitasi air bersih segera diadakan sehingga kami hidup dengan pola bersih dan sehat,” tukasnya.

Mewakili Kepala Bappeda-Litbang Dicky Soerahman, Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Arya Ganesya menjelaskan, Musrenbang merupakan salah satu kewajiban pemkab saat hendak membuat berbagai perencanaan pembangunan.

Baca Juga:  Disperpusarsip Lambar Beri Bantuan 4 Bentor

“Forum Musrenbang merupakan media penyampaian aspirasi masyarakat,yang dimulai dari tingkat kampung dan kecamatan guna penyempurnaan program 2020, dan menyelaraskan penyusunan Rencana  tahun 2021, antara kampung dengan Pemkab, Pemprov dan Pemerintah Pusat sehingga seluruh perencanaan pembangunan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” terang Arya.

Menurut Arya, apa yang menjadi usulan masyarakat dalam Musrenbang di Kecamatan Rawapitu nantinya akan dilakukan kajian dan evaluasi pada tingkat kabupaten dan selanjutnya akan dibahas pada tingkat atau level tertinggi.

“Semua usulan apa yang menjadi harapan masyarakat akan disampaikan dalam pembahasan perencanaan prioritas pembangunan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Artinya masyarakat wajib sampaikan apa yang menjadi prioritas utama mengingat pembangunan bukan hanya fisik, tapi hal-hal yang menyangkut peningkatan ekonomi masyarakat juga harus disampaikan,” bebernya.

Ditempat yang sama Anggota DPRD Tulangbawang Marjoko,mengapresiasi keberanian masyarakat yang menyampaikan berbagai kepentingan pembangunan melalui forum resmi.

Dirinya pastikan akan mengawal seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam forum Musrenbang melaui DPRD Tulangbawang.

“Sebagai Wakil rakyat kami wajib memantau dan mengawasi apa yang menjadi Aspirasi masyarakat sehingga apa yang menjadi harapan bisa masuk dalam rencana program  tahun anggaran 2021, oleh pemerintah kabupaten Tulangbawang, apalagi kami melihat langsung kondisi Infrastruktur,Kanal,Sanitasi Air Bersih,Dan Pintu Air memang benar-benar kebutuhan masyarakat, artinya pemkab berkewajiban memenuhi apa yang menjadi harapan masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat Rawapitu semakin meningkat,” pungkasnya. (MR)

DPRD Tulangbawang Musrenbang Pemkab Tulangbawag Rawapitu

Posting Terkait