MZ Diduga Masuk Jaringan Teroris

Ilustrasi (Ist)

BANDARLAMPUNG– Polisi menetapkan MZ (52) sebagai tersangka dalam kasus ledakan di Jalan Bung Tomo No 3 RT 07 LK II Gedongair, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung (Balam). Kapolda Lampung Irjen Polisi Suroso Hadi Siswoyo mengatakan, kejadian ledakan di Jalan Bung Tomo pada Minggu (24/9) kemarin, saudara MZ menjadi tersangka.

“Ada tiga TKP pertama di Jalan Bung Tomo tempat istri kedua (UY), kedua Jalan Ikan Sepat, Pesawahan, Telukbetung Selatan tempat istri pertama dan bangunan tidak jauh dari rumah Jalan Ikan Sepat,” ungkap dia dalam konferensi persnya di Mapolda Lampung, Senin (25/9).

Baca Juga:  Tito Karnavian: Tidak Ada Ancaman Teroris Jelang Natal dan Tahun Baru

Masih kata dia, keterangan saksi terdapat enam. “MZ (52), AS (22), N alias UN (49) guru TK, I (22) tahun TBS, B (33), T (28). Teriakan UY sebagai istri korban pas bertempatan di dapur dan dilarikan ke rumah sakit. Menurut keterangan awal ledakan dari tabung gas,” ujarnya.

Suroso menambahkan polisi juga mengamankan barang bukti arang, serbuk warna putih, sejenis anfo, sejenis sulfur, sejenis urea, sejenis TNT, CAP (sejenis detonator), sejenis abu gosok, satu botol cairan kimia, sejenis minuman suplemen, serbuk warna cokelat, handphone, timbangan digital, dan casing warna cokelat terbuat dari kertas. “Barang-barang tersebut masih dalam penyelidikan oleh Densus,” imbuhnya.

Baca Juga:  Menhan: Kalau Teroris Punya Alat Perang, Yang Menangani Ya Tentara

Kapolda menambahkan dalam proses penyelidikan dengan barang bukti yang diamankan Polres telah melakukan persangkaan Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat dengan hukuman mati penjara seumur hidup dan penjara 20 tahun. “Lalu pasal 360 ayat 1 KUHP ancaman penjara paling lama 5 tahun,” tutupnya. (*)

Teroris

Posting Terkait