Nasabah Adira Finance Pertanyakan Biaya Sistem Blokir

ist

BANDARLAMPUNG—Nasabah Adira Finance, Sabar mengeluhkan adanya biaya sistem blokir sebesar Rp500 ribu. Perusahaan jasa pembiayaan kredit kendaraan bermotor tersebut mengklaim, biaya tersebut berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Saya memang belum bayar angsuran hampir tiga bulan, tetapi hari ini (Selasa 13/2) pada saat saya mau membayar dua bulan, pihak Adira meminta uang tambahan sebanyak Rp500. Katanya untuk biaya sistem blokir. Padahal sejak awal tidak ada pemberitahuan soal biaya blokir ini,” keluhnya kepada fajarsumatera, usai membayar angsuran ke kantor Adira di Jalan Gajah Mada, Bandarlampung, Selasa (13/2).

Baca Juga:  OJK Bantah Klaim Adira Finance Soal Aturan Sistem Blokir

Sabar menceritakan, bahwa motor beat yang dicicilnya melalui lising Adira, atas nama Kakaknya yaitu Rudi Hartono, dengan jumlah angsuran perbulan Rp720 ribu. Saat ini angsuran telah memasuki pembayaran ke Sembilan. Namun pada angsuran ketujuh sampai memasuki bulan ke-9 dirinya belum mampu membayar karena sedang kesulitan keuangan.

“Tapi saya tetap mengusahakan dan sudah membayar sebanyak dua kali angsuran yaitu Rp1.440 ribu, ditambah biaya sistem blokir sebesar Rp500 ribu. Menurut pihak Adira biaya tersebut merupakan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2015,” ujarnya.

Baca Juga:  Korban Investasi Ilegal Karena Ingin Cepat Kaya

Namun, ada kejanggalan atas biaya tersebut, dimana tak adanya kwitansi pembayaran untuk tambahan biaya tersebut. Adira hanya memberikan bukti pembayaran untuk cicilan angsurannya saja.

“Waktu saya bayar angsuran dan biaya siatem blokir, pihak Adira hanya memberikan bukti pembayaran angsuran saja, sedangkan yang pembayaran sistem blokir, tidak ada kwitansinya,” kata dia.(*)

Adira Finance Biaya Sistem Blokir OJK Lampung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan