Nelayan Kerang Hijau Berharap Panen Meningkat

Avrel | Fajar Sumatera

BANDAR LAMPUNG – Budidaya kerang hijau yang dikembangkan oleh salah satu nelayan budidaya berjalan dengan lancar.  Padahal keramba miliknya baru saja berjalan hampir dua tahun terakhir.

Toha, salah satu dari banyaknya nelayan budidaya kerang hijau dengan usia 46 tahun, namun semangatnya masih membara saat ditemui di keramba miliknya yang terletak di Pulau Pasaran, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung, Selasa (7/1).

Dari mulai awal pembibitan sampai dengan panen dibutuhkan waktu selama 5 bulan. Namun ketika budidaya sudah berjalan hanya membutuhkan waktu dua bulan untuk sekali panen dan dilakukan secara berkala.

Baca Juga:  Produksi Menurun, Harga Ikan Asin Naik 100 Persen

Bahkan pemanenan dapat dilakukan setiap hari. Pemanenan lebih difokuskan pada kerang yang berukuran sedang.

Kesehariannya diisi dengan merawat keramba-keramba miliknya. Ia selalu mengecek dan membersihkan keramba dengan cara membersihkan lumut yang menempel pada tali-tali tempat kerang hijau menempel.

Ia juga membuka kerambanya untuk digunakan sebagai tempat pemancingan dengan mengantar dan menjemput pelanggannya sendiri.

Baca Juga:  Pemkot Bandar Lampung Dinilai Lamban, Warga Perbaiki Jembatan Pulau Pasaran

Hasil yang didapatkannya lumayan, namun akibat kemarau yang terjadi pada 2019 lalu membuat suhu air sangat panas sehingga kerang-kerang berjatuhan dan terbuka.

Hal ini juga menyebabkan penurunan hingga 70%. Selalu ada saja hasil yang didapatkan. Saat air sedang bagus dia dapat memanen 5 kuintal dalam satu keramba dan saat kurang bagus 30-50 kilo per hari.

“Salah satu dampak yang membuat hasil panen kurang memuaskan ialah ulah limbah kutu air,” ungkap Toha.

Baca Juga:  Nelayan Tuntut Dogol Dilegalkan

Para nelayan budidaya kerang hijau di Pulau Pasaran memiliki 7-20 keramba per orangnya. Sedangkan Toha sendiri memiliki 10 keramba.

Sehingga dapat melakukan pemanenan secara bergantian. Kerang hijau itu sendiri diberi harga per kilo berkisar antara Rp3 ribu sampai dengan Rp4 ribu.

Bersama dengan datangnya musim hujan saat ini,  Toha memiliki harapan supaya ada peningkatan hasil panen kerang hijau di tahun 2020, setelah di tahun 2019 terjadi banyak penurunan akibat kemarau.(AV)

Kerang Hijau Nelayan Pulau Pasaran

Posting Terkait