Nelayan Teladas Dukung Pendalaman Muara

MENGGALA,-Para Nelayan Tradisional Kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulangbawang ramai-ramai ,mendukung Program Pendalaman Muara Kuala Teladas yang merupakan program pemprov Lampung.

Pasalnya para Nelayan yakini jika pendalaman muara akan berdampak meningkatnya hasil tangkap Nelayan,khususnya para Nelayan Tradisional.

Nuryadi,nelayan trasional asal Teladas yang dijumpai saat melintas diperairan sungai kuala, mengatakan jika mereka mereka sama sekali tidak keberatan adanya program pendalaman muara.

Sebab,saat ini kondisi perairan dan muara sudah mengalami pendangkalan sehingga menyulitkan Nelayan saat melintas di muara ataupun sungai.

“Ini dulunya sewaktu masih ada PT.Dipasena Citra Dermaja (DCD) bisa dikatakan perairan internasional,semua kapal-kapal besar masuk untuk mengangkut Udang perusahaan ke luar negeri,bahkan jalur sungai sering dilakukan pendalaman oleh perusahaan supaya kapal angkut udang bisa melewati jalur kuala,”urainya.22/08.

Setelah PT.DCD kata Nuryadi tidak lagi beroperasi,sungai mulai mengalami pendangkalan,sehingga menyulitkan aktifitas para nelayan.

“Beberapa tahun terakhir,sungai dangkal,ia dampaknya tentu hasil tangkap juga berkurang,saya harap pendalaman muara tetap dilanjutkan,”pintanya.

Senada dikatakan Jarot,Nelayan Tradisional asal Kuala Teladas, mengeluhkan,dangkalnya muara berakibat nelayan dirugikan,selain berkurangnya hasil tangkap berkurang,setiap melintas perahu acap kali rusak patah kipas.

“Bahkan kandas,jika dipaksa jalan,kipas perahu patah,sehingga saya sering minta bantu dengan kawan-kawan nelayan lainya yang kebetulan melintas untuk menarik perahu,jika tidak ada yang lewat terpaksa saya menunggu kadang sampai sore,”keluhnya.

Ditempat terpisah Ali Nurdin, nelayan tradisional asal Way Dente,meminta agar pendalaman muara dilanjutkan,lantaran hal tersebut dinilai akan berdampak baik terhadap para nelayan.

“Harus lanjut pak,apalagi ini dulunya atas inisiatif kami nelayan,biar hasil tangkap kami makin meningkat,kalau sungai dalam pasti ikan-ikan makin banyak,”ujarnya.

Menurut pria yang sudah puluhan tahun melakoni profesi nelayan sebagai sumber kehidupan keluarga,ini membenarkan jika Pendalaman muara kuala saat ini tertunda akibat adanya pro dan kontra.

Namun para nelayan khususnya nelayan tradisional sangat mendukung adanya program gubernur Lampung Arinal Djunaidi,meningkatkan penghasilan untuk kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat Nelayan.

“Saya dan kawan-kawan nelayan trasional lainya sangat mendukung pendalaman muara kuala,karena nantinya berdampak terhadap hasil tangkap kami,”ujarnya.

Untuk dirinya mewakili kawan-kawan nelayan tradisional lainnya meminta agar Pemerintah Provinsi,Daerah,DPRD Provinsi DPRD Kabupaten,dan seluruh pemangku kepentingan agar dapat segera menyelesaikan persoalan tersebut.

“Mohon kepada pemerintah,secepatnya difasilitasi agar tidak ada lagi hambatan pendalaman muara,”pintanya.

Ditemui terpisah Advistor PT.Sienar Tri Tunggal Perkasa (STTP) Mery Leiyana Lingga,selaku pelaksana Pendalaman Muara Kuala,pastikan pihaknya akan melaksanakan pekerjaan sesuai SOP.

Menurutnya Pendalaman direncanakan akan dilakukan dengan dimulai dari titik koordinat sepanjang 9 kilometer mengarah kedalam jalur sungai Tulangbawang

“Jadi 9 km bukan arah laut tapi arah kesungai sehingga kapal-kapal bisa melewati jalur,sungai nantinya kedalaman direncanakan 7 meter,300,meter jalur kapal,dan kanan kiri bibir atau tepi muara dan sungai berjarak 50,meter,”urainya.

Dijelaskan Mery,pendalaman muara merupakan program pemprov Lampung sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat melalui jalur perairan.

Nantinya setelah dilakukanya pendalaman juga direncanakan akan dibuat DERMAGA sandar sebagai tempat pelabuhan kapal umum dan kapal-kapal besar.

“Pendalaman ditargetkan empat tahun,namun kami perusahaan berusaha menyelesaikannya dua tahun,untuk sementara pekerjaan kami berhenti untuk menjaga agar suasana kondusif,”akunya.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mendukung berbagai program prioritas pembangunan,khususnya pendalaman muara kuala.

“Kenapa harus ribut,pengalaman ini bertujuan meningkatkan penghasilan nelayan kita,jadi wajib di dukung,kami terbuka menerima kritikan saran dan masukan,dari siapapun sepanjang untuk kebajikan dan kemajuan bersama,”tukasnya.

Pro Kontra pendalaman muara teladas Kabupaten Tulangbawang,menjadi isyu yang secepatnya harus diselesaikan oleh Pemerintah,baik provinsi maupun kabupaten.

Sebab jika dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan akan memicu terjadinya konflik,yang berdampak terhambatnya berbagai program pembangunan.

Hasil tangkap Nelayan Tradisional dengan mengunakan peralatan seadanya,tentu tidak akan sebanding dengan hasil tangkapan Nelayan Modern menggunakan jaring besar Trall,

Bisa jadi secara tidak langsung terjadinya kecemburuaan sosial,antara nelayan trasional dengan nelayan modern,sehingga berimbas terjadinya penolakan pendalaman muara.

Artinya ini juga menjadi PR yang harus diselesaikan oleh seluruh pemangku kepentingan, secara bijak dan adil

bagaimapun juga nelayan tradisional maupun nelayan modern adalah masyarakat yang mengantungkan kehidupan dari hasil LAUT dan sungai,dalam arti para nelayan ingin kesejahtraan mereka lebih diperhatikan.

Alam serta kandungan isinya adalah ciptaan tuhan,menjadi kewajiban bersama untuk terus dan terus dikelola dan dijaga,dengan baik,sehingga menjadi sumber kehidupan.(Fs-Murni.Ac)

Posting Terkait