Ngeri, Rehab Terminal Tipe A Rajabasa Diduga Asal Jadi

BandarLampung (FS) – Pelaksanaan pekerjaan rehab terminal tipe A, raja basa, Provinsi Lampung, senilai 8 miyar, oleh PT Bentang  kharisma jaya, di duga dibangun asalan dan tidak memenuhi RAB yang sudah di tentukan.

Hal tersebut di sampaikan kordinator lapangan, aliansi lembaga anti korupsi, Nova , saat bertemu fajar sumatera, di sebuah rumah makan di Pahoman, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.

“Untuk Pekerjaan rehab di terminal tipe A Raja Basa, bukan hanya pekerjaannya yang tidak benar, dan asalan, dari teknisnya saja sudah salah,  dan justru lebih ke pemborosan anggaran dalam pelaksanaannya,” ujarnya

Namun, lanjut Nova, lihat saja dari teknis pelaksanaan kerja saja terlihat tidak mengikuti aturan, yang sudah di tentukan, parahnya alamat kantor perusahaan pekerjaan yang sudah menjadi pemenang dan terdaftar pada proyek rehab terminal tipe A, raja basa, yang beralamatkan di jalan pangeran Emir Noer ternyata sebuah rumah kost bukan kantor kontraktor.

“Kami melakukan penelusuran, terkait alamat kantor perusahaan PT Bentang kharisma jaya, yang tertera di jalan pangeran Emir Noer, yang ternyata sebuah rumah kost, berarti dari alamatnya saja sudah fiktif.” Tegasnya

PPK ( pejabat pengambil komitmen) dalam pelaksanaan pekerjaan rehab terminal tipe A Raja basa, yusran, di dampingi humas balai transportasi darat, Budi mengucapkan terima kasih bantuan lembaga melakukan pengawasan, mengenai kesalahan tersebut dia (yusron red) akan melakukan peneguran terhadap perusahaan untuk segera memperbaiki kesalahan.

” Terima kasih banyak, lembaga membantu pihak balai melakukan pengawasan, terkait temuan kesalahan pihak perusahaan akan segera di tindak lanjuti, kalau mereka bersikeras, ya sebagai PPK gak sy setujui dan gak akan di bayar pekerjaan tersebut,” ujarnya

Dalam hal ini, lanjut Nova, sudah jelas adanya indikasi persekongkolan dan perbuatan memperkaya diri sendiri pada pelaksanaan rehab terminal tipe A raja basa yang di laksanakan balai transportasi darat wilayah VI kementrian perhubungan darat Lampung Bengkulu.

“Diawali perusahaan yang pernah blacklist, menjadi pemenang pelaksana kerja rehab melalui LPSE, pelaksanaan kerjanya tidak mengikuti aturan semestinya, alamat perusahaannya gak jelas,apa rehab terminal ini harus di lanjutkan atau dihentikan saja, ” tambahnya sambil tegas akan mengagendakan aksi yang lebih besar

 

Melalui pesan singkat whatsAap pribadinya Kepala Balai Transportasi Darat Wilayah Vi Lampung Bengkulu , Sigit memaparkan terkait proses lelang sudah mengikuti ketentuan dan prosedur yang sudah di tetapkan,

“ketika ditetapkan pemenang dan kemudian ada yg menyanggah, itu memang hak nya peserta lelang dan sanggahan peserta tsb telah ditanggapi oleh pokja pemilihan

dan kemudian tidak ada sanggah banding dari peserta, maka sesuai ketentuan ya bisa lanjut ke tahap berikutnya,’ jelasnya

Ditambahnya, terkait teknis pemilihan dan evaluasinya, itu ranahnya pokja, “saya kira pokja juga sudah bekerja secara profesional

dan sekarang pelaksanaan pekerjaan sedang berlangsung, menjadi kewajiban kami utk mengawasi pekerjaan nya serta tentu partisipasi media sebagai bentuk kontrol sosial “,tutupnya (DP)

rehab terminal tipe A rajabasa

Posting Terkait