Oknum Pegawai KUPT jadi Makelar Buku LKS

Ilustrasi

PRINGSEWU – Banyak cara untuk mencari keuntungan bagi oknum pegawai kepala unit pelaksana tugas (KUPT) Pendidikan Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu, Diduga kondisikan buku lembar kegiatan sekolah (LKS) ada main mata antara pegawai KUPT dan Suplayer buku.

Pasalnya, semua sekolah dasar dilingkungan UPT adiluwih diwajibkan untuk membeli 4 mata pelajaran buku LKS Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), semula harga yang disepakati persatu LKS Rp.16.000 pada praktiknya harga menjadi Rp.28.000, diduga kuat harga cukup fantastis tersebut mengalir untuk keuntungan segelintir oknum di dinas pendidikan.

Menurut sumber yang bisa dipercaya mengatakan kepada wartawan fajarsumatera.co.id. Praktik seperti ini sering dilakukan oleh oknum pegawai UPT adiluwih, sejak tahun 2016 pengondisi pembelian buku yang dibebankan kepada sekolah untuk penebusan buku kerap terjadi, pada akhirnya sekolahan harus mengangsur memalui pencairan bantuan dana bos.

“Mulai dari janji jalan-jalan kepulau Bali, tahun 2016 semua kepala sekolah yang melunasi buku yang diterbitkan oleh CV. Airlangga, karena semua fasilitas yang diberikan mulai dari transportasi, menginap disinyalir ditanggung oleh CV. Airlangga yang notabene mempunyai percetakan buku tematik dan LKS, tapi jalan-jalannya gak jadi mas,”Ujar Narasumber yang meminta identitasnya untuk dirahasiakan.

Lanjut, Sumber fajarsumatera.co.id menjelaskan, Praktik serupa juga terulang ditahun 2017 ini. Dengan dalih, buku LKS tersebut untuk penunjang belajar mengajar disekolah guna pengganti buku yang dianggap sudah tidak layak pakai.

“Penebusan buku LKS tersebut terlalu dipaksakan dan harganya tidak sesuai dengan harga pasaran, bagaimana mas, buku yang ada aja masih bagus, kok tiba-tiba suruh nebus, ya kepala sekolah ngejerit lah, wong semula harganya murah. Dengan logat Jawa “Kok dadak mundak” (kok mendadak harganya naik),”.Katanya

Diapun meminta keterangan terkait kenaikan harga buku LKS dan mendapatkan penjelasan, bahwa buku yang di distribusikan kesekolah mengalami kenaikan.

“Harga yang sudah disepakati bersama mengalami kenaikan, karena, kelebihan nilai yang sudah ditentukan tersebut untuk nyiram (Ngasih) pegawai di UPT dan dinas pendidikan,”.Paparnya, Seraya menirukan Ucapan Suplayer.

Saat dikonfirmasi. Senin, (13/11). Kepala Unit Pelaksana tugas (KUPT) Pendidikan kecamatan Adiluwih, Basuki Mengatakan, terkait pengadaan buku LKS untuk sekolah dasar. UPT tidak pernah menentukan Suplayer apa lagi mengondisikan.

“Saya tidak pernah mengondisikan Suplayer buku untuk masuk kesekolahan, silahkan tanya langsung ke K3S (Kelompok kerja kepala sekolah). Karena, K3S yang lebih tahu terkait pendistribusian distribusian buku LKS,”.Ucap Basuki ke fajarsumatera.co.id.

Terpisah, Triono Suplayer buku LKS kepada media ini menyebutkan. dirinya mengakui buku LKS yang di distribusikan diwilayah UPT pendidikan, meliputi kecamatan Banyumas, Kecamatan pagelaran Utara, Kecamatan Adiluwih dan sekitar Kabupaten Pringsewu.

“Maaf mas kami bukan penjual buku, siapa yang bilang mas? Guru dikabupaten pringsewu, kami tidak jual buku mas, tapi kami jualan LKS (Lembar kerja siswa),”Ucap Triono

Dirinya juga menambahkan, untuk pemain buku dikabupaten pringsewu bukan kami saja, akan tetapi masih banyak pemain buku LKS yang lainnya.

“Banyak itu mas yang main bukan kami saja,”Kilahnya.

Saat ditanyakan pengondisian harga LKS, handphone genggamnya dimatikan, saat wartawan fajarsumatera.co.id menghubunginya lagi, Nomor yang anda tuju diluar jangkauan, sampai berita ini diturunkan nomor handphone yang bersangkutan tidak bisa dihungi.(DN)

1,465 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Makelar

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan