Oknum TNI Diduga Bekingi Perusahaan Kebun Sawit BCAP

Oknum TNI Diduga Bekingi Perusahaan Kebun Sawit BCAP

Spanduk FPBI yang diturunkan paksa oleh oknum TNI, Selasa (19/12/2017), di Bulungan, Kalimantan Utara (Kalut). Foto: Ist

BANDAR LAMPUNG – Di Bulungan, Kalimantan Utara (Kalut), kaum buruh berhadapan dengan aparat TNI yang terindikasi menjadi bodyguard perusahaan.

Aparat yang seharusnya bertugas menjaga keamanan negara, justru melakukan tindakan secara paksa penurunan spanduk yang dipasang di mess atau rumah tinggal para pekerja Perusahaan BCAP (Kelapa Sawit).

Salah satu Pengurus Pusat FPBI (Federasi Perjuangan Buruh Indonesia) Santoso Widodo, menceritakan, awal mula pada 18 Desember kemarin, FPBI Cabang Bulungan, Kalut, berinisiatif melakukan sosialisasi Upah Minimum Kabupaten 2018 dengan cara membuat spanduk yang dipasang di mess atau rumah.

Baca Juga:  FKPPI Lampung Lepas 1.805 Personel Resimen Bela Negara

Namun, sambung Santoso, spanduk diturunkan paksa oleh pihak oknum TNI, hari ini, yang entah punya kepentingan apa mereka berada di lingkungan perusahaan.

“Bukankah tugas militer adalah sebagai pertahanan negara dan punya kepentingan apa mereka berada di lingkungan perusahaan,” sesal Santoso, kepada fajarsumatera.co.id via ponselnya, Selasa (19/12/2017).

Masih katanya, hingga saat ini, pekerja masih terus ditekan oleh pihak perusahaan dan pihak keamanan perusahaan.

Baca Juga:  Aksi Bela Palestina, Zulkifli Hasan: Tak Ada Tempat untuk Penindasan

Mereka mengatakan bahwa pemasangan spanduk harus medapatkan izin dari Polres. “Padahal persoalan tersebut bukan aksi unjuk rasa jadi tidak ada aturan harus izin ke pihak kepolisian,” jelasnya.

Menurut Santoso, serikat buruh FPBI hanya sekedar melakukan sosialisasi tanpa aksi massa, yang dimana juga sudah tertera dalam imbauan dari Dinas Tenaga Kerja agar semua pihak membantu menyosialisasikan terkait ketetapan UMK ini.

Baca Juga:  Pemilihan Duta Baca Mahasiswa Lampung Diikuti 138 Peserta

“Inilah salah satu alasan kami (FPBI_red) melakukan sosialisasi dengan menggunakan spanduk agar diketahui oleh para pekerja dan juga harapannya dilaksanakan oleh perusahaan, yang sudah seharusnya taat terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan,” ungkap Santoso.

Atas kejadian tersebut, FPBI akan melaporkan kejadian ini kepada pemerintah kabupaten setempat atas ulah perusahaan yang melibatkan oknum aparat TNI.

“Senin depan kami sudah berencana untuk menginisiasi kejadian ini langsung ke pemerintah. Karena kami juga sudah beritikad baik untuk bertemu pihak perusahaan, namun hanya diterima oleh penjaga perusahaan itu sendiri. Sama saja mereka (perusahaan_red) menolak kami,” tandasnya. (*/ZN/JS)

Kebun Sawit BCAP Oknum TNI Terkini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan