Operasi Antik Krakatau Ungkap 17 Kasus Narkoba

Ilustrasi (Ist)

KOTAAGUNG– Polres Tanggamus berhasil mengungkap 17 kasus penyalahgunaan narkoba selama Operasi Antik Krakatau. Turut diamankan pula 13,27 gram sabu-sabu da 23 orang tersangka.

Kapolres AKBP Alfis Suhaili, dalam press confrence kepada awak media di Polres Tanggamus, Rabu (30/8) mengatakan, dari 17 kasus yang ditangani terdiri dari 7 kasus di Kabupaten Tanggamus, 10 kasus di Kabupaten Pringsewu. Dengan tersangka alamat Tanggamus 8 laki-laki, 1 perempuan dan Kabupaten Pringsewu 15 tersangka seluruhnya laki-laki.

“Dari keseluruhan kasus dan tersangka dalam operasi Antik II Krakatau 2017, Polres Tanggamus mengungkap target operasi (TO) sebanyak 1 orang, selain itu berhasil menangkap Kepala Pekon dan ASN Kabupaten Mesuji dalam perkara Narkoba tersebut”, ungkap AKBP Alfis Suhaili.

Baca Juga:  Oknum Satpol PP Lampung Timur Gunakan Narkoba

Sementara itu untuk analisa berdasarkan usia tersangka, rata-rata tersangka berusia 21 – 30 tahun. “Analisa usia tersangka, 18-20 sebanyak 2 orang, 21-30 sebanyak 13 orang, 30-40 sebanyak 5 orang dan 40-50 sebanyak 3 orang,” jelas Kapolres.

Terhadap analisa usia tersangka per kabupaten, menurut Kapolres, khusus Kabupaten Tanggamus, 21-30 sebanyak 5 orang, 30-40 sebanyak 3 orang. “Khusus kabupaten Pringsewu usia 18-20 sebanyak 2 orang, 21-30 sebanyak 8 orang, 30-40 sebanyak 2 orang dan 40-50 sebanyak 3 orang,” tegasnya.

Baca Juga:  Gunakan Sabu Subari Diancam 5 Tahun Penjara

Dari jumlah barang bukti seluruhnya merupakan sabu-sabu, hasil analisa bahwa minat penyalahgunaan Narkoba telah beralih ke jenis Narkoba tersebut. Sehingga hal itu menjadi tantangan Polres Tanggamus untuk lebih meningkat pencegahan barang haram itu.

Kapolres menambahkan, sepakat akan terus melakukan kegiatan penindakan dan pencegahan walaupun tidak ada operasi dari kepolisian. “Kami Polres dan jajaran tetap akan perang terhadap peredaran gelap narkoba di Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu karena penyalahgunaan Narkoba sangat merugikan kesehatan masyarakat. Pencegahan bersama stakholder lainnya karena peredaran Narkoba merupakan program prioritas Polri selain C3 (Curat, Curas, Curanmor),” tegas AKBP Alfis Suhaili.

Baca Juga:  Warga Sidodadi Diamankan Satresnarkoba

Saat disinggung terkait perintah Kapolda untuk tembak ditempat, Kapolres mengakui akan melakukan tindakan preventif, sampai dengan tindakan represif.  “Operasi rutin akan terus ditingkatkan. Termasuk opsi tembak sebagai tindakan deskresi. Kami juga akan melakukan pengembangan kasus, untuk mengungkap sindikat pengedar atau hanya sebatas pengguna,” pungkasnya. (HL)

3,603 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Narkoba

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan