Organisasi Wartawan Desak Kepolisian Usut Perusak Rumah Ketua AWPI Lampung

Ilustrasi (Ist)

BANDARLAMPUNG-Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Lampung meminta aparat kepolisian untuk menangkap aktor intelektual perusakan rumah ketua DPC AWPI Pringsewu yang beralamatkan di Pekon Bumiratu, Pagelaran, Pringsewu, Kamis (20/7) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

“Kami mengutuk keras atas kejadian kasus perusakan rumah ketua DPC AWPI Pringsewu. Tindakan tersebut merupakan sebagai bentuk krimanilisasi, intimidasi, kekerasan terhadap wartawan, apalagi beliau (korban) selaku pimpinan redaksi salah satu surat kabar mingguan di Pringsewu,” kata Hengki Ahmad Zajuli ketua DPD AWPI Lampung, Minggu (23/7).

Hengky menjelaskan, saat ini pihaknya meminta seluruh organisasi wartawan di Lampung,  baik itu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) untuk merapatkan barisan guna mensikapi aksi kriminalisasi yang dialami wartawan saat sedang bertugas di lapangan.

Baca Juga:  AWPI Geruduk Polres Lampung Utara Terkait Kekerasan Terhadap Jurnalis

“Dalam menjalankan tugas, kita (wartawan) dilindungi oleh UU Pers. Oleh karena itu, mari kita sama-sama menegakan kemerdekaan pers, baik PWI, AJI maupun PWRI untuk merapatkan barisan guna mengantisipasi kejadian seperti ini agar tidak terulang lagi,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya berjanji akan mengawal permasalahan ini sampai selesai agar tidak terulang lagi kepada insan pers. “Kami apresiasi aparat penegak hukum yang telah mengusut dan menangkap beberapa oknum dugaan pelaku pengerusakan. Kami serahkan sepenuhnya kepada Polri, khususnya Polda lampung untuk mengusut tuntas permasalahan ini agar kejadian ini tidak terulang lagi terhadap insan pers,” ucapnya.

Selain itu, ia meminta agar aparat kepolisian dapat menghargai nota kesepahaman dengan insan pers, jika terjadi permasalahan terhadap suatu pemberitaan. Pasalnya, selama ini ia menilai  begitu mudahnya wartawan memberitakan suatu permasalahan, kemudian, tiba-tiba dipanggil bahkan dijadikan tersangka oleh aparat kepolisian.

Baca Juga:  AWPI Lampung Tuan Rumah Kongres Nasional ke-1

“Tolonglah Mabes Polri dan insan pers untuk saling berkoordinasi guna menghargai nota kesepahaman tentang penegakan hukum dan penegakan pers supaya jurnalis bisa tenang dalam melaksanakan tugasnya untuk mencari berita,”ucapya.

Ia berharap, aparat hukum dapat menangkap aktor intelektual dibalik pengerusakan kediaman ketua DPC AWPI Pringsewu, Ahmad Khottob. “Jangan minta maaf, terus selesai. Harus ditangkap, minta maaf dan adili. Karena pers merupakan piar keempat demokrasi,” tegasnya.

Sementara itu, hal senadapun disampaikan oleh korban pengerusakan, Ahmad Khottob berharap aparat hukum dapat menangkap aktor intelektual dibalik pengerusakan kediamannya beberapa waktu lalu. ” Kami mengapresiasi aparat kepolisian, baik polsek sampai polres, karena dalam waktu 1×24 jam telah berhasil menangkap  dan menahan tiga orang  tersangka terduga pelaku pengerusakan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Diduga Gunakan Narasumber Fiktif, APWI Lampung Bakal Laporkan Media Online

Kejadian pengerusakan yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu berlangsung cepat, sebab, segerombolan masa tidak dikenal datang menyatroni kediamannya dengan mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat sambil melakukan pengerusakan. Alhasil, pagar, pintu, kaca rumah dan kaca kendaraan dua unit roda empat pecah.

“Pengendara sepeda motor itu berboncengan dengan begitu kasarnya, meneriakan, saya bunuh kamu Khottob, keluar dari rumah. Mereka itu meneriakkan saya sambil mengacungkan parang, golok, celurit,” ujarnya. (TM)

AWPI Lampung

Posting Terkait