OTT Pegawai Kesbangpol jaga Nama Baik Lampung

Foto: Tinus

BANDAR LAMPUNG – Perkara penerbitan surat rekomendasi ijin tinggal sementara terhadap Warga Negara Asing (WNA) menjadi point utama dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Lampung dilingkungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Jumat (16/8).

Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Sartono, membenarkan adanya kegiatan yang dilakukan jajarannya.

Menurut dia, Dalam proses penerbitan surat itu, diduga ada praktik pungutan liar (pungli). Satu orang ditetapkan sebagai orang yang bertanggung jawab atas dugaan kasus ini.

“OTT berkaitan dengan surat ijin menetap sementara yang biasanya diurus oleh WNA. Informasi dari Aspidsus, ada satu orang (yang bertanggung jawab),” kata Sartono saat ditemui awak media, Sabtu (17/8).

Orang yang disebutkan dirinya kuat dugaan Plt Kasubbag Umum Kesbangpol berinisial JM. Namun, pihaknya belum menetapkan JM sebagai tersangka.

“Kita masih mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan sikap. Apakah ini nanti bisa ditingkatkan menjadi tindak pidana atau tidak,” timpalnya.

Sartono menjelaskan alasan lain dari penindakan yang dilakukan kepada pegawai tersebut. Menurut dia, imbas dari perbuatan pegawai Kesbangpol yang belum disebutkan identitasnya itu berdampak luas.

“Kenapa kami bertindak cepat? Karena ini menyangkut WNA. Masalah ini bukan hanya berdampak di lingkup regional, nanti urusan ini terdengar sampai ke nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Dia menegaskan Kejati Lampung akan segera menjelaskan semua hal tentang persoalan ini kepada publik.

“Nanti lebih lengkap akan disampaikan Aspidus. Nanti akan diekspos,” tegasnya.(TS)

Posting Terkait