PAD Waykanan Ditarget Rp53,3 M

Ilustrasi.

BLAMBANGANUMPU – Badan Pendapatan Daerah Waykanan menargetkan Pebdapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018 meningkat 10 persen di bandingkan tahun lalu.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Waykanan Hendri Syahri mengatakan pendapatan asli daerah pada 2017 yaitu Rp49,9 milyar, sedangkan di 2018 ditargetkan menjadi Rp53,3 milyar.

Hal itu banyak faktor yang didorong yaitu, dari pajak hotel, pajak restoran, pajak penerangan jalan, dan pajak bumi dan bangunan.

Menurutnya, target 2018 ini masih bisa ditambahkan bila pertengahan tahun semua terget untuk hasil pajak memenuhi target. “Akan kita tambah lagi bila semu target pajak daerah memenuhi target,” ujar Hendri Sayahri, Rabu (3/1).

Selain itu, ada beberapa faktor yang berpengaruh menaikan PAD Waykanan, dari pajak hotel/penginapan/rumah kos dari Rp8 juta menjadi Rp 50 juta mengalami kenaikan hampir 50 persen, sedangkan di sektor lain pajak restoran/rumah makan dari Rp1,5 milyar menjadi Rp2 milyar, pajak penerangan jalan dari Rp5,9 milyar menjadi Rp8,1 milyar dan pajak bumi dan bangunan perdesaan dari Rp5 milyar menjadi Rp8 milyar.

Baca Juga:  Pasar Tradisional di Bandarlampung Minim PAD

Dari beberapa jumlah pajak yang di targetkan di 2017 lalu, hampir semua memenuhi target yang telah di tentukan. Bahkan ada beberapa pajak yang melebihi target seperti pajak hotel/penginapan/hotel/yaitu 102 persen, pajak restoran/rumah makan yaitu 106 persen, pajak penerangan jalan 109 persent dan pajak bumi dan bangunan perdesaan 102 persen.

“Tahun 2017 berjalan dengan lancar semoga di tahun 2018 semua target bisa di penuhi lagi agar PAD Waykanan bisa terus menambah,” jelasnya

Bila dibandingkan dengan tahun 2016 lalu jumlah PAD hanya Rp 10 Milyar Rupiah sedangkan di 2017 mencapai Rp 14,3 milyar dan 2018 ditargetkan Rp20,8 milyar.

Hendri menegaskan, capaian target 2017 ini tidak lepas dari kerjasama tim yang ada di lapangan karena tanpa dukungan semua pihak capaian tersebut tidak mungkin bisa di peroleh.

Hanya saja ada satu pajak yang tidak bisa mencapai target di 2017 yaitu pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang di tergetkan dari Rp1 milyar hanya terealisasi Rp 809 juta atau 80 persen.

Baca Juga:  Mad Hasnurin Buka Rakor Terpadu PAD dan PBB

banyak kendala dan persoalan khusus di BPHTB ini salah satunya yaitu tim verifikasi tidak mengetahui kapan terjadinya jual beli rumah, tanah dan bangunan bahkan ada juga yang sudah kongkalikong antara pihak penjual dan pembeli untuk menuliskan harga jual bangunan tersebut atau tanah tersebut di bawah Rp60 juta, bila di atas Rp 60 juta maka akan potong 5 persen yang diperuntukan untuk biaya pajak.

“Sudah kita jelaskan semua ke pihak ke tiga salah satunya bidang notaris yang mengurus jual beli tanah, untuk bisa mematok harga bangunan, tanah dan rumah minimal Rp75 Juta, agar tidak ada main mata antara pihak penjual dan pembeli,” tuturnya

Hendri Syahri mengharapkan, target di tahun 2018 bisa terlaksana dan dapat terealisasi 100 persent. Ini semua di perlukan kerja tim yang baik untuk bisa mendapatkan target yang sudah di tentukan tanpa ada nya dukungan semua pihak target tersebut tidak mungkin tercapai.

Baca Juga:  Bapeda Rangkul Advertising Guna Tingkatkan PAD

Wakil Bupati Waykanan Edward Antony mengatakan setiap tahun target pajak harus bisa meningkat bila 2016 hanya Rp10 milyar, 2017 Rp14,3 miliar dan tahun ini harus bisa meningkat yaitu Rp20,9 milyar.

Jumlah tersebut masih dapat di jangkau apalagi tahun lalu, penghasilan dari pajak tersebut melebih target yaitu Rp15,179 milyar atau mengalami kenaikan hampir Rp5 miliar di 2018.

“Tim harus bekerja dengan baik dan bersama-sama untuk bisa meraih target yang sudah di tentukan pada tahun lalu,” jelasnya

Edward mengharapkan, semua tim dapat bekerja dengan baik untuk memperoleh hasil yang memuaskan, karena bila hasil yang memuaskan itu sangat berdampak bagi kita semua khususnya ASN yang ada di lingkungan Waykanan.(MS)

3 Ditarget M PAD Rp53 Waykanan

Posting Terkait