Pajak Reklame Rp1,8 Miliar Tertunggak

Ilustrasi. (Ist)

BANDARLAMPUNG—Para pengusaha reklame di Kota Bandarlampung rupanya masih memiliki hutang pajak tahun 2016 sebesar Rp1,848 miliar. Ini terungkap saat rapat kerja antara komisi II DPRD Bandarlampung dengan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) kota Bandar Lampung, Senin (6/8).

Sekretaris Komisi II DPRD Bandarlampung, Grafieldy Mamesah mengatakan, tunggakan pajak pengusaha reklame tahun 2016 hingga kini belum terbayarkan.

Baca Juga:  Peran Koperasi Terhadap PDB Minim

“Pajak tahun 2016 yang belum dibayar dari reklame sebesar Rp1,8 miliar lebih. Sekarang sudah bulan Agustus 2017. Kalau ini tidak dapat ditagih, maka dikhawatirkan akan terjadi akumulasi,” ujar Mamesa kepada Fajar Sumatera.

Menurut dia, BP2RD  sudah melakukan berbagai cara untuk bisa menagih pajak tahun 2016 tersebut. Salah satunya dengan memberikan peringatan.

Baca Juga:  E-Commerce Bikin Sektor Riil Menurun

“BP2RD sudah memberi surat peringatan sampai memanggil pemilik reklame. Tapi memang yang jadi masalah orang yang datang memenuhi panggilan BP2RD bukan yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan, sehingga masalah ini tidak pernah selesai,” ujarnya.

Seketaris BPPRD, Dedeh Ernawati Fauzi mengaku, dalam waktu dekat akan mengirimkan surat peringatan dengan pihak-pihak yang hingga saat ini masih menunggak.

Baca Juga:  OJK Setop Kegiatan UN Swissindo

“Kita akan berikan surat kepada mereka (penunggak) baik perusahaan maupun perorangan. Kita menghimbau agar yang b

328 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan