Panja FGD DKI Lampung Gerak Cepat

Ketua Yayasan Alfian Husin, inisiator FGD DKI Lampung Dr Andi Desfiandi SE MA (tengah), bersama Koordinator Kesekretariatan dan Manajerial Panja FGD DKI Lampung Dedi Rohman SE (kiri) dan Koordinator Jaringan dan Mobilisasi Panja FGD DKI Lampung Ahmad Muslimin (kanan) saat melepas tour of duty Panja FGD DKI Lampung ke pernikahan Kahiyang-Bobby di Solo, 4 November 2017. Foto Muzzamil | #dkilampung

BANDARLAMPUNG — Isu perpindahan ibu kota pusat pemerintahan negara oleh pemantik rapat terbatas kabinet penanda serius, cukup dalam merelungi sanubari insan dan lintas generasi anak bangsa.

Di Lampung, gerak cepat juga ditaja serius panitia ad hoc pengusulan kajian ilmiah kesiapan Provinsi Lampung sebagai calon alternatif lokasi ibu kota pusat pemerintahan negara Republik Indonesia pengganti DKI Jakarta, yang memviralkan diri dengan nama Panitia Kerja (Panja) Focus Group Discussion (FGD) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Lampung. Selain #LampungIbuKotaPemerintahanRI , tanda pagar (tagar) populer elemen pengusul ini, #dkilampung.

Baca Juga:  Gerilya Tokoh Perjuangkan #dkilampung

Sebagai obat penasaran, senjata legal, sekaligus media komunikasi publik, sebagai bagian keterbukaan informasi publik, terkait segala sesuatu hal tentang proses kreatif pengusulan kajian ilmiah tersebut, redaksi coba merangkum dan menghimpun narasi tunggal #dkilampung dari berbagai sumber berkompeten dan tepercaya.

Tentang Panja FGD DKI Lampung

Per kronologis, proses kelahiran Panja FGD DKI Lampung mengemuka seiring dengan intensitas pasang surut proses dinamika pengusulan kajian ilmiah yang merupakan hasil penggalangan dua kali pelaksanaan FGD tersebut.

Baca Juga:  Pindah Ibu Kota, Lebih Efisien ke Lampung

Pertama, FGD I Emersia. Demikian mereka menyebutnya. Merujuk pada lokasi kegiatan yang berlangsung di Diamond Room, Emersia Hotel and Resort, Telukbetung Bandarlampung, Selasa, 15 Agustus 2017.

Diinisiasi oleh Ketua Yayasan Alfian Husin Lampung, Dr H Andi Desfiandi SE MA, yang saat itu diketahui juga aktif sebagai Wakil Ketua III Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Lampung, dan Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Padjadjaran (Unpad) Komisariat Daerah (Komda) Lampung.

Dalam pelaksanaannya, mantan rektor Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Darmajaya, terakhir bertransformasi menjadi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya periode 2005-2015 itu, dibantu panitia kecil yang diketuai oleh sosok pria nyentrik dengan segudang portofolio talenta sosial, Ketua Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW-PRD) Lampung Ahmad Muslimin, aktivis prodemokrasi dengan ciri khas rambut gondrongnya.

Baca Juga:  Andi Desfiandi : Sampaikan Sumatera Bagian Timur, Bukti Presiden Jokowi Mendengar

Didampingi sekretaris Dedi Rohman SE, mantan aktivis mahasiswa 1998 yang pernah malang melintang aktif dalam pengorganisasian perlawanan rakyat sektoral baik buruh, petani, dan rakyat miskin perkotaan, dan pernah satu dekade lamanya, mukim kerja di Kalimantan, pulau bersejarah favorit tiap ‘bedol’ ibu kota melarung wacana.

Seperti apa suasana presentasi dan diskusi bedah basis historis relokasi ibu kota, yang telah menyejarah sejak kepemimpinan era Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36, Herman Willem Deandels masa 1808-1811 yang meski singkat namun disebut Peter Carey sebagai titik balik sejarah Indonesia modern jelang Revolusi Perancis itu?

Siapa narasumber, bagaimana respons partisipan FGD bersejarah yang lantas bergenderang ria wacana publiknya  sepanjang April 2017 hingga kini telah bertransformasi jadi rencana apik ini? Simak ulasannya. (*)

DKI Lampung Ibu Kota

Posting Terkait