Papermob Unila Diikuti 5.798 Mahasiswa Baru

Foto: Josua

BANDARLAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) menggelar kegiatan program pengenalan kehidupan kampus bagi 5.798 mahasiswa baru. Kegiatan ini berlangsung mulai Selasa (13/8) hingga 16 Agustus mendatang.

Mahasiswa baru yang mengikuti program ini merupakan lulusan dari empat jalur penerimaan masuk Unila, yakni SNMPTN, SBMPTN, mandiri dan jalur Diploma Tiga.

Hari pertama program pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru diawali dengan aksi Papermob tiga dimensi.

Aksi Papermob tiga dimensi melibatkan seluruh mahasiswa baru dengan menampilkan 44 formasi dari 9 logo.

Kesembilan logo yang dibentuk meliputi bendera merah putih, peta wilayah Provinsi Lampung, Siger Lampung, logo Unila, formasi bentuk hati dengan tulisan aku cinta Unila, kemudian logo play button, logo PKKMB 2019, formasi tulisan Say No To War, serta logo 74 tahun kemerdekaan Indonesia.

“Aksi Papermob ini untuk menyampaikan pesan bahwa unila turut berkontribusi dalam menyuarakan kedamaian, tidak hanya perdamaian untuk Lampung namun juga Indonesia,” kata Presiden BEM UKBM Unila, Fajar Agung Pangestu.

Unila menggelar program pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru agar dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus Unila.

PKKMB Unila tahun ini bertemakan membentuk generasi muda berperadaban di era revolusi industri empat titik nol dan society lima titik nol juga diikuti mahasiswa asing asal Arab di antaranya Palestina dan Irak.

Tercatat tujuh mahasiswa asing asal Arab menimba ilmu di kampus Unila, terdiri dari lima warga Palestina, satu warga Yaman dan satu warga negara Irak.

Dari lima warga Palestina, empat di antaranya mengambil program S1 jurusan Ilmu Kedokteran, Teknik dan Ilmu Komputer serta satu mahasiswa mengambil program S2 Jurusan Ilmu Manajemen.

Sementara mahasiswa asal Yaman mengambil program S1 Jurusan Bahasa Prancis dan dari Irak mengikuti program S1 Jurusan Kedokteran.

Mahasiswa asing ini merupakan program beasiswa Universitas Lampung bekerja sama dengan duta besar dan menteri pendidikan negara-negara sahabat. Mereka akan menempuh pendidikan selama 4 hingga 5 tahun dan tinggal di asrama Unila.(JO)

Posting Terkait