Para Siswa Serbu Instagram Kemdikbud

Konferensi Pers PPDB 2018 oleh Kemdikbud. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Lantaran ada hari libur nasional untuk Pilkada serentak 2018, Pengumuman  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018 diundur sehari. Banyak siswa yang deg-degan menanti hasil tersebut.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pun mengunggah gambar lewat akun Instagram terkait PPDB. Namun posting-an itu justru dibanjiri keluhan dari para siswa yang mengikuti PPDB.

“Jika Sahabat Dikbud menemukan penyimpangan atau kendala dalam pelaksanaan PPDB, silakan hubungi Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah terlebih dahulu atau melalui laman ult.kemdikbud.go.id,” tulis Kemdikbud lewat gambar yang diunggah di akun @kemdikbud.ri, Rabu (27/6/2018).

Posting-an tersebut kemudian mendapat hingga ribuan komentar. Ada yang deg-degan lantaran terus tergeser dari sekolah yang dipilihnya.

“Pusing kegeser-geser melulu 🙁 mending gue pindah sekolah ke mars aja deh:(,” tulis pemilik akun @nabilaagustin2.

Ada pula yang mengaku tak nafsu makan karena menanti-nanti pengumuman PPDB. Namun pengumuman yang seharusnya hari ini, diundur hingga besok (28/6) siang.

“Pak tolonglah, kalau emang hari ini Pilkada, toh Pilkada nggak 24 jam juga kan? Nggak usah diundur sampai besok. Bapak emangnya nggak tahu, kita semua tidur nggak tenang, deg-degan 24 jam, makan saja nggak nafsu cuman gara-gara ini? Jadi tolonglah, tutup pendaftarannya hari ini aja,” tulis pemilik akun @diandathaya.

“Pak, ini saya yang NEM-nya di bawah 30 sudah depresi ini Pak, sudah kedepak berkali-kali, belom lagi tekanan dari orang tua, suasana di rumah jadi tegang cuman gara-gara daftar SMA, lagi stress nyari sekolah diomelin ortu segala macam, kenapa sih nggak umum dulu baru lokal?, kalau umum dulu kan yang NEM-nya tinggi bisa kesaring dan yang lokal peluangnya lebih besar buat yang NEM-nya di bawah 30, kalau kaya gini sama saja lokal berasa umum, sahabat saya ngapa gini banget ya?, Pak bapak sehat Pak?,” tulis pemilik akun @permata_holl98.

Ada pula yang mengungkapkan kekecewaan lantaran nilai UN-nya kecil sehingga belum diterima di sekolah pilihannya. Hingga ada yang bertanya kemungkinan pindah jurusan jika sudah diterima.

Untuk diketahui, sistem penerimaan siswa baru tingkat SMA sudah langsung memilih jurusan IPA, IPS, ataupun Bahasa. Siswa bisa saja mendaftar jurusan IPA di SMA A, IPS di SMA B, dan Bahasa di SMA C.

“@kemdikbud.ri KATANYA #PENDIDIKANUNTUKSEMUA TAPI KOK DIBEDAIN BEGITU, GAK SEKALIAN BIKIN #PENDIDIKANUNTUKNEMGEDE,NEMKECILGAKUSAHSEKOLAHSAJA,” tulis akun t.rian.syah.

“Pak sekarang kalau sudah diterima di jurusan IPS boleh pindah jurasan IPA enggak? @kemdikbud.ri,” kata pemilik akun arrumfarah.

Ada pula yang mempertanyakan mengapa jalur lokal didahulukan ketimbang jalur umum. Mereka mengeluh karena nilai UN untuk jalur lokal di sekolah pilihan mereka relatif tinggi. Mereka khawatir tetap tergeser jika nantinya mendaftar untuk jalur umum.

Menanggapi keluhan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Bowo Irianto menjelaskan bahwa aturan mendahulukan jalur lokal dibanding jalur umum tertuang dalam Permendikbud No 14 Tahun 2018. Dinas Pendidikan di daerah kemudian mengikuti aturan tersebut. Peraturan tersebut menyebutkan tentang sistem zonasi.

“Ya itu kan peraturan menteri, kita kan merujuknya begitu,” ujar Bowo.

Lebih lanjut Bowo menyatakan bahwa masih ada kesempatan bagi para siswa yang belum diterima sekolah manapun bisa mendaftar kembali lewat jalur umum. Persentase penerimaan siswa di jalur umum yakni 35 persen dari kuota yang ditetapkan masing-masing sekolah.

“35 persen untuk jalur umum, 5 persen untuk luar DKI,” kata Bowo seperti yang dilansir dari detik.com. (net/hp)

Kemdikbud

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan