Pasca Banjir Dinas PU Pesawaran Lakukan Pendataan

Ilustrasi banjir/Ist

Gedongtataan, FS – Dinas pekerejaan umum (PU) Kabupaten Pesawaran, melakukan pendataan terhadap fasilitas infrakstruktur, pasca banjir bandang yang terjadi di 9 kecamatan yang ada di kabupaten setempat, beberapa waktu lalu.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui Kepala Bidang Pengairan David Oktoriadi, mengatakan, pasca banjir bandang yang terjadi Senin (21/2) beberapa waktu lalu, pihaknya sedang menunggu perintah dari pimpinan daerah tentang situasi tanggap darurat.

“Saat ini kami sedang mendata, berapa banyak infrakstruktur yang mengalami kerusakan, karena biasanya sampai 14 hari mendatang ini masih dalam katagori pasca bencana, yang masih menangani dalam bantuan-bantuan berupa logistik, setelah melewati 14 hari, bupati mengubah status menjadi tanggap bencana,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan, dalam pasca bencana seperti ini pihak PU hanya membantu membersihkan akses jalan yang terputus atau tertimbun lumpur. “Seperti jalan-jalan yang ada di pedesaan, yang sedang terisolir kita membuka akses jalannya agar dapat dilalui oleh warga,” katanya.

Saat ini lanjutnya, data yang berhasil diperoleh oleh dinas PU adalah rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan sebanyak 3137 rumah rusak di 6 kecamatan, 8,8 Km jalan, 15 bendungan, 368 meter irigasi, 2427 tanggul sungai jebol. “Setelah kita data seperti ini, nanti kita masuki kedalam perencanaan kemudian kita lihat terlebih dahulu berapa anggaran kita, mencukupi atau tidak, kalau tidak mencukupi kita bangun secara skala prioritas, mana yang menjadi prioritas utama,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini dinas PU telah mengajukan proposal bantuan ke  Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Kalau dari provinsi kita sudah masukan lebih dahulu karena dekat, dan dari provinsi sudah memberikan bantuannya,” jelasnya.

Lanjutnya, menanggapi tentang daerah yang sebelumnya menjadi langganan banjir, dirinya mengatakan, sebelumnya dinas PU telah melakukan normalisasi sungai ke daerah Marga Punduh dan Punduh Pedada yang menjadi rangking satu dalam urusan banjir. “Namun kemarin saya mendapat telpon dari camat sana, dan dia berterima kasih atas normalisasi sungai yang kami lakukan, dan katanya daerah yang sebelumnya menjadi langganan banjir, saat ini sudah tidak mengalami banjir lagi,” ungkapnya.

“Daerah Marga Punduh dan Punduh Pedada sudah kita normalisasi sungai tahun kemarin, dan alhamdulillah saat ini sudah tidak rawan lagi, malah daerah yang tidak terlalu di prioritaskan terjadi bencana banjir bandang. Jadi saya menilai memang perlu adanya normalisasi sungai secara global,” timpalnya. (MH/PS)

222 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment