Pasir GAK Dikeruk Kemen LHK Incar PT LIP

Foto: Josua

BANDAR LAMPUNG – Tim Penegakan Hukum (Gakhum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menggelar evaluasi dan monitoring lokasi tambang PT Lautan Indonesia Persada atau PT LIP di Perairan Gunung Anak Krakatau (GAK) Lampung Selatan.

Hal ini pasca, aksi penolakan masyarakat Pulau Sebesi terhadap izin usaha pertambangan pasir laut oleh PT LIP di Perairan Lampung Selatan.

Baca Juga:  PT. LIP Tak Kantongi Ijin Keruk Pasir GAK

Kepala Bidang I Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung, Heri Munzaili, menjelaskan, kehadiran Tim Gakhum untuk meninjau lokasi serta mengevaluasi kegiatan pertambangan PT LIP.

“Warga yang menolak kegiatan pertambangan pasir laut PT LIP ini, karena dikhawatirkan merusak ekosistem laut. Untuk itu Kementerian LHK turun langsung,” tukas Heri Munzaili, Rabu (4/9).

Baca Juga:  Walhi Serukan Pembatalan Izin Tambang Pasir GAK

Kata dia, lokasi pertambangan PT LIP seluas 1.000 hektare di Perairan Lampung Selatan merupakan zonasi tangkap nelayan dan pariwisata.

Diketahui, Tim Gakhum Kementerian LHK ini diwakili, Hary Nugroho dan M Arif Lagoina, didampingi perwakilan dari Pemerintah Provinsi Lampung Djoko P, memimpin langsung pertemuan dengan warga Pulau Sebesi di balai desa setempat.(JO)

GAK Kemen LHK Pasir PT LIP

Posting Terkait