Pedagang Beras Turunkan Harga

Penjual beras mulai menurunkan harga jual seiring melimpahnya pasokan. Ihan Apriyadi

BANDARLAMPUNG—Menjelang bulan Ramadan, harga beras di Pasar Way Kandis terpantau stabil. Kondisi ini lantaran melimpahnya pasokan seiring berlangsungnya musim panen.

Pemilik kios beras Berdikari Pasar Way Kandis, Eva mengatakan, harga beras saat ini masih relatif stabil atau belum ada kenaikan. Beras jenis asalan dijual Rp8.500 – Rp10.000 per kg, merk raja udang Rp11.000 per kg, dua koki Rp12.500 per kg.

“Beras gak naik, karena tahun ini puasa dan lebarannya lagi masa panen. Kalau stoknya banyak otomatis harga akan terus stabil,” kata dia.

Ngidah, salah satu warga Kelurahan Jagabaya II mengatakan, sejak seminggu ini ia membeli beras di kios langganannya ada penurunan harga sekitar Rp15.000 untuk pembelian beras kemasan merk TJ ukuran 10 kg.

“Kata yang jual lagi panen, jadi turun harga. Sebelumnya saya beli Rp125.000, sekarang beli cuma Rp111.000,” kata dia.

Pedagang beras yang berjualan di daerah Way Hui Lampung Selatan, Maroji mengatakan, saat ini sudah menurunkan harga jual beras, karena memang trennya sedang turun.

Tetapi penurunan harga tersebut khusus bagi yang pembelian cash, karena selain menjual secara tunai dirinya juga melayani konsumennya dengan sistem tempo satu bulan.

“Ya karena saya belinya turun, jadi jualnya juga turun, tapi itu khusus yang tunai. Kalau yang bayarnya sebulan sekali ya saya jual di harga biasa atau sama sebelum panen, itung-itung upah nunggu pembayarannya yang satu bulan sekali,” pungkasnya.

Kondisi di lapangan tersebut selaras dengan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung. Harga beras di tingkat penggilingan dengan kualitas premium turun sekitar 5,98% menjelang Ramadan. Rata-rata harga beras kualitas premium turun menjadi Rp9.900 per kg dari semula Rp10.530 per kg.

“Kami melihat penurunan harganya dari bulan sebelumnya, bukan dari tinggi atau rendah harganya di pasaran,” kata dia, Rabu (2/5).

Penurunan harga di tingkat penggilingan juga terjadi pada beras kualitas medium, yakni dari Rp10.328 pada Maret menjadi Rp8.378 per kg pada April.

Harga beras tertinggi di tingkat penggilingan pada April mencapai Rp10.800 per kg. Harga tersebut untuk kualitas premium jenis beras Ciherang di Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus. Sedangkan harga beras terendah sebesar Rp8.000 per kg untuk beras kualitas medium jenis beras Ciherang dan Muncul, yaitu di Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah; Kecamatan Palas, Lampung Selatan; dan Wonosobo di Kabupaten Tanggamus.

Sementara, untuk komponen mutu, jika dilihat dari kadar broken dan kadar air, rata-rata beras yang diperjualbelikan pada April memiliki mutu yang cukup baik dibandingkan Maret 2018. Hasil survei BPS mencatat, pada April 2018 kadar broken rata-rata 15,73%, dan kadar air tercatat 12,81%.(*)

harga beras mulai turun

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan