Pedagang Pasar Way Halim Keluhkan Kebijakan Pemkot

BANDARLAMPUNG,-Pemerintah Kota Bandarlampung dalam kurun beberapa waktu nanti. Rencananya akan merehab Pasar Perumnas Way Halim, namun dalam pelaksanaannya. Tidak sedikit pedagang mengeluh terkait belum jelasnya lokasi tempat berdagang sementara dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dalam proses pengerjaan perbaikan pasar berlangsung.

Menanggapi hal tersebut, menurut Pengamat kebijakan publik Universitas Lampung, Dedi Hermawan Bandarlampung, menyayangkan langkah Pemerintah Kota Bandarlampung terkait keluhan para pedagang disana mengenai tidak jelasnya tempat berdagang sementara mereka dan tempat pembuangan sampah.

“Iya ini merupakan pekerjaan rumah (PR) untuk pemkot, sebab dalam pelaksanaan rehab ini tidak boleh ada pihak yang dirugikan seperti nanti tempat pembuangan sampah tersebut akan dipindahkan kewilayah kawasan pendidikan, iya itu dapat menggangu kelangsungan belajar mengejar disekolah Al-Azhar tersebut,” ucap Dedi Hermawan, Sabtu (1/7).

Baca Juga:  Wahrul Fauzi Ajak Herman HN Diskusi Soal Pedagang Pasar Way Halim

Dilain sisi, Pemerintah Kota Bandarlampung diduga akibat minimnya sosialisasi sebelum melakukan rehabilitasi pasar tersebut kepada pedagang disana.

“Sebenarnya bagus program ini, sebab ini juga merupakan salah satu program dari Pemerintah Pusat, tetapi disamping itu Pemkot dan Para pedagang disana dituntut dapat melakukan komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan masalah dari proses rehab pasar tersebut,” ucap Dedi Hermawan.

Kendati demikian, Pemerintah Kota Bandarlampung juga seharusnya dapat legowo atas masukan yang diberikan oleh para pedagang disana. “Kalau para pedagang memberikan masukan iya lebih baiknya agar diberikan jalan keluar oleh pemerintah kota Bandalampung, jangan kalau ada para pedagang memberikan masukan tapi pemkot tidak menyanggupi dengan alasan biasa saja,” sindirnya.

Baca Juga:  Puluhan Pedagang Way Halim Desak Disdag Kota

Terpisah, menurut informasi yang didapatkan oleh salah satu pedagang sembako yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya hanya mendengar informasi jika lokasi TPS akan berada di samping Sekolah Al-Azhar atau dilapangan depan UPT pasar.

“Iya tapi kalau di deket sekolah, apa mau anak kita yang juga sekolah disitu jadi bau karena terlalu dekat pasar,” kata sumber tersebut,

Sementara lokasi lapangan di depan UPT juga, menurunya terlalu sempit untuk menampung pedagang dari 199 kios dan 254 hamparan yang ada di pasar tersebut.

“Di depan kantor UPT itu lapangannya tidak begitu besar, sehingga dirasa tidak akan mencukupi,” keluh ibu tersebut.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Bandar Lampung, Grefeldi Mamesa menegaskan pihaknya telah menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Perdagangan (Disdag) setempat sebelum bulan puasa, dan telah meminta instansi terkait melakukan sosialisasi secara menyeluruh.

Baca Juga:  UPT Pasar Way Halim Relokasi Pedagang Ikan

Ia telah meminta jangan sampai timbul suatu hal yang tidak menyenangkan kepada para pedagang. Relokasi ini harus menguntungkan para pedagang misalnya dengan mencari lokasi yang tidak terlalu jauh.

“Dicari titik temu yang baik, supaya roda ekonomi jalan terus. Ini kan tujuannya baik, untuk revitalisasi pasar. Memang tinggal caranya saja, kalau sampai ada pedagang protes karena belum nyambung berarti sosialisasinya kurang. Kami telah meminta Disdag dan UPT pasar supaya terus menyosialisasikan rencana ini. Dan melakukan pendataan yang valid. Jangan sampai pedagang yang lama tidak kebagian tempat,” kata Grefeldi. (JI)

Pasar Way Halim

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan