Pejabat Disdikbud Lampung Utara Terlibat Pencabulan

KOTABUMI—Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Utara (Lampura), Samsir berjanji pihaknya akan memberikan sanksi tegas mulai dari penurunan pangkat hingga pemecatan kepada JO (54) oknum pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat yang terjerat kasus dugaan pelecehan/pencabulan terhadap anak di bawah umur.  
 
‎”Kita tunggu keputusan hasil sidang di pengadilan. Kalau memang harus di hukum ya harus di hukum. Begitu juga bilamana keputusannya harus diberhentikan, kami berhentikan,” terang Sekkab Lampura, Samsir, Selasa (21/11).
 
Apa yang dilakukan oleh JO, menurut Samsir merupakan tindakan tercela dan sangat mencoreng institusi jika memang tuduhan itu terbukti benar didalam persidangan di pengadilan. Sebagai Aparatur Sipil Negara, JO seharusnya  memberikan contoh teladan yang baik dan tak semestinya melakukan hal-hal yang merusak nama baik pribadi maupun institusi.
 
“Kalau memang terbukti (benar), tindakan itu sangat tidak terpuji. Saya berpesan kepada seluruh jajaran ASN di lingkungan Kabupaten Lampuraharus menjauhi tindakan seperti itu,” jelasnya‎.
 
Samsir menuturkan, sembari menunggu hasil putusan Pengadilan, pihaknya juga telah menginstrusikan kepada Inspektorat untuk menggali kebenaran seputar kasus yang menjerat JO. Sebab, sebagai ASN JO terikat dengan aturan dan etika yang harus dijunjung tinggi.
 
“Inspektorat sudah diinstrusikan turun untuk menyelidiki kebenaran dugaan pelecehan seksual tersebut dan menentukan tindakan displin apa yang akan diterapkan kepada yang bersangkutan (JO, red),” tegas Samsir.
 
Sebelumnya, ‎setelah melalui pemeriksaan secara marathon selama hampir 20 jam, JO (54), oknum pejabat di Disdikbud Lampura akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan yang dilaporkan keluarga Melati (5), nama samaran, pada Jumat (17/11) lalu. Tersangka langsung dijebloskan ke dalam penjara tak lama setelah menandatangani berkas.
 
“Hasil gelar perkara yang kami lakukan, JO kami tetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan,” papar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, AKP Syahrial, di Mapolres.
 
Syahrial menuturkan, penetapan status tersangka kepada JO ini didasari oleh berbagai faktor, di antaranya pengakuan korban dan ahli psikologi. Pihak psikolog yang mendampingi korban berkeyakinan bahwa apa yang disampaikan Melati merupakan sebuah kebenaran dan tak mengada-ada.
 
“Pengakuan korban, aksi cabul tersangka (diduga) sudah sering dilakukan meski korban tak ingat secara pasti kapan waktunya. Yang jelas, dimulai sejak Jumat – Sabtu, pekan lalu,” kata dia.
Syahrial menjelaskan, pemeriksaan atas JO terpaksa dilakukan secara marathon karena yang bersangkutan menyangkal tuduhan tersebut dengan alibinya. Alibi tersangka akhirnya terpatahkan oleh keterangan keluarganya sendiri.  “Ternyata alibi tersangka dan keluarga sangat bertentangan sekali dengan apa yang telah dia lakukan,” urainya.
 
Pihak kepolisian akan menjerat tersangka dengan pasal 81 Undang – Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU jo pasal 76 D UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tegas dia.
 
Alih – alih tidak mengakui perbuatannya, tersangka JO ketika dikonfirmasi malah menuduh pihak yang melaporkannya telah memfitnah dirinya. Ia tetap bersikeras bahwa tak pernah melakukan perbuatan tercela itu. ‎”ini tidak benar. Saya difitnah,” dalihnya sembari menuju ruang tahanan dengan pengawalan ketat petugas.
 
Mencuatnya kasus dugaan pencabulan Jo berawal dari laporan keluarga Melati kepada pihak berwajib dengan tuduhan telah melakukan perbuatan cabul, Rabu (15/11). Laporan korban tertuang dalam laporan dengan nomor : LP / 935 / XI / 2017 / POLDA LAMPUNG / RES.LU tertanggal 15 November 2017.  Kemudian pada Kamis (16/11) malam petugas menangkap JO dikediamannya di Kotabumi Selatan. (RI/IV)

561 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Pencabulan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan