Pejabat Kok Plin-Plan

Ngupi Pai

Ngupi Pai

 

Oleh: Rusidi

ADA yang ANEH dari rencana relokasi (maaf penggusuran) SD Negeri 2 Palapa, yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Bandarlampung. Mengapa harus ANEH, bagaimana tidak, seorang Asisten berbeda pendapat dan pemahaman terhadap atasannya yaitu Walikota. Tentu ini menjadi bahan tertawaan dan tanda tanya bagi para orang tua murid yang akan menjadi korban penggusuran SDN 2 Palapa tersebut.

Ceritanya, hampir dua pekan lalu ada rapat antara Pemkot Bandarlampung yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Sukarma Wijaya dengan para orang tua murid di SDN 2 Palapa. Pada kesempatan rapat tersebut, mantan Kadisdik kota Bandarlampung tersebut menyatakan bahwa pihaknya (Pemkot, red) akan memindahkan SDN 2 Palapa ke salah satu SDN yang ada di Kelurahan Kaliawi –Tanjungkarang Pusat.

Baca Juga:  Petani Cetar

Adapun alasan yang disampaikan oleh Asisten I tersebut adalah adanya pengalihan fungsi gedung SDN 2 Palapa menjadi centra bisnis. Karena ada pihak swasta yang akan menyewa aset pemerintah ini untuk beberapa tahun kedepan. Adapun solusinya adalah memindahkan sebagian besar murid ke beberapa SDN yang berada di wilayah Bandarlampung.

Tapi apa yang terjadi beberapa hari kemudian. Herman HN selaku walikota yang juga bapak-nya orang yang ada di Bandarlampung mengeluarkan pernyataan bahwa tidak benar kalau Pemkot dalam hal ini dirinya akan menjual SDN 2 Palapa dan akan mengalihkan fungsikan sarana pendidikan formal itu menjadi hotel atau sebagai apapun. Tentu ucapan ini hanya sebagai pendingin, tapi rencana ya tetap rencana, dimana ada invest yang menguntungkan, kenapa tidak …..

Baca Juga:  Teguran

Tapi apapun namanya, Pemkot harus transparan terkait rencana apa yang akan dilakukan. Memang berbeda pendapat dan penafsiran, yang pasti para orang tua murid, guru bahkan para alumnus SDN 2 Palapa menentang rencana Walikota melakukan relokasi atau penggusuran SD yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bandarlampung tersebut.

Dan yang harus kita cermati adalah dan kita pertanyakan adalah, bagaimana sikap para wakil rakyat yang duduk di kursi dewan. Apakah mereka juga setuju dengan rencana Walikota tersebut. Kita lihat saja apakah para anggota dewan yang mulia akan berpihak kepada masyarakat atau sudah kongkalikong dengan penguasa. Saya yakin para anggota DPRD Kota Bandarlampung akan mendengar aspirasi para orang tua murid yang kemarin, Senin (17/4) melakukan demo alias ngeluruk ke kantor DPRD.  (*)

805 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Ngupi Pai

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan