Pekerja Yang Ikut BPJS TK Baru 5 Persen

BANDARLAMPUNG —  Jumlah pekerja atau buruh di Lampung, yang terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK), secara persentase hanya ada sekitar 5%.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPJS TK Bandarlampung, Heri Subroto saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Forum Komunikasi Insan Pers dan Serikat Pekerja/Serikat Buruh bersama BPJS Ketenagakerjaan, yang berlangsung di meeting room lantai 7 Hotel Grand Anugerah, Sabtu, (28/10).

Dalam sambutannya, Dia mengatakan total pekerja Penerima upah (PU) dan Bukan Penerima Upah (BPU) Yang terdaftar sebagai peserta BPJS TK baru ada sekitar peserta 216.953 orang.

Sedangkan jumlah pekerja (PU) atau formal Provinsi Lampung sebanyak 1.447.489 orang, informal (BPU) 2.483.770 orang, total 3.931.259 orang.

“Meskipun kami sudah sering sosialisaai, juga menggandeng Kejaksaan tinggi, dan kementerian ketenagakerjaan untuk mengingatkan para perusahaan agar mengikutsertakan seluruh karyawannya menjadi peserta BPJS TK, namun hal itu masih belum cukup untuk menyadarkan para pemberi kerja” ujarnya.

Baca Juga:  BPJS TK Alihkan Beban Perusahaan

Menurut Heri, pemberi kerja bertanggung jawab atas keselamatan dan kesejahteraan para pekerjanya. Jaminan sosial adalah hak yang harus diberikan kepada karyawannya agar sewaktu-waktu mengalami kecelakaan kerja, masa depannya masih bisa dijamin oleh pihak asuransi seperti BPJS TK.

Keuntungan dari perusahaan, jika pegawainya diikutsertakan kedalam lembaga perlindungan jaminan sosial, ialah seandainya ada karyawan yang masuk rumah sakit akibat kecelakaan saat bekerja, maka seluruh biayanya bakal ditanggung oleh pihak BPJS TK hingga sembuh.

Seperti contoh dari pengalaman, baru saja terjadi dua hari lalu, di PT Panca Buana, Tangerang, yakni pabrik kembang api yang mengalami kebakaran.

Dari peristiwa itu, korban meninggal yang merupakan karyawan di perusahaan tersebut ada sekitar 47 orang. Setelah didata, ternyata yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan hanya 21 orang.

Juga korban luka bakar yang cukup parah, bahkan ada yang mencapai 60% keatas, banyak yang belum terlindungi jaminan sosial.

Baca Juga:  Perusahaan Tak Patuh Iuran BPJS Ditindak

Jika semua korban sudah diikutsertakan kedalam program BPJS TK, maka mereka tak perlu khawatir dengan biaya rumah sakit.

Sedangkan pemberi kerja tak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk pengobatan maupun uang santunan untuk keluarga korban meninggal dunia, karena semua sudah ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Saat ini jumlah dana yang ada di BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp4 trilyun, sehingga peserta jangan takut tidak mendapat santunan atau biaya pengobatan.

Dari kejadian tersebut diharapkan menjadi pelajaran kepada seluruh pemilik perusahaan maupun pekerjanya, bahwa Jaminan Sosial atau asuransi tenaga kerja itu sangatlah penting.

Acara forum komunikasi yang tengah dilaksanakan ini, selain untuk bersilaturahmi, juga sekaligus menggelar diskusi agar menemukan solusi tentang tenaga kerja, yang nasibnya sampai saat ini masih belum dilindungi oleh BPJkS Ketenagakerjaan.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Tingkatkan Sinergi dengan BPJS

“Apa yang salah dengan sistem kami, sehingga masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan pegawainya kedalam program BPJS Ketenagakerjaan. Padahal sudah jelas banyak keuntungannya baik pihak pemberi upah maupun penerima upah” tambahnya.

Heri menambahkan, jika para undangan yang hadir disini (forum komunikasi), merasa ada masukan atau kritikan tentang BPJS Ketenagakerjaan, silahkan disampaikan, agar kami terus memperbaiki diri.

Juga untuk para insan media yang memang sengaja diundang untuk berdiskusi, mari sampaikan saja jika ada yang kurang baik di BPJS TK, agar kami terus berbenah dan semakin baik kedepannya.

Perlu diketahui, dalam acara diakusi tersebut hadir sebagai narasumber, Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Sulaiman Ibrahim, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung Padli Ramdan, dan dosen Fakultas Hukum Unila, Tisnanta, serta sebagai moderator dipandu oleh Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenaga kerjaan Bandarlampung, Aziz Muslimin.

BPJS

Posting Terkait