Pelaku Usaha di Pesibar Tak Sadar Pajak

KRUI—Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pesisir Barat tahun ini kesulitan untuk mengejar target pendapatan pajak dari masyarakat dan pelaku usaha. Pasalnya para wajib pajak terutama pelaku usaha kurang memiliki kesadaran untuk membayar pajak.

Kabid Pajak Daerah Herdi Wilismar mendampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Gunawan menjelaskan, tahun ini pihaknya hanya menargetkan PAD yang bersumber dari pajak sebesar Rp5,2 miliar.

“Angka tersebut berasal dari pajak hotel, pajak restaurant atau rumah makan, pajak reklame, Pajak Penerangan Jalan (PPJ), pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak pertambangan (galian C), dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” kata Herdi, Kamis (22/3).

Dia mencontohkan, kesadaran wajib pajak masyarakat khususnya para pelaku usaha di Pesibar seperti rumah makan dan masyarakat yang melakukan transaksi jual beli tanah dan bangunan masih sangat minim.

Untuk kasus rumah makan, konsumen ditetapkan dikenakan biaya setiap kali membeli atau makan sebesar 10 persen sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2016. Akan tetapi justru aturan tersebut sampai sekarang belum berjalan optimal, karena pengelola restauran atau rumah makan enggan menerapkan aturan tersebut khawatir dagangannya tidak laku.

Sementara pada kasus transaksi jual beli tanah dan bangunan, masyarakat kerap tak jujur dalam melaporkan angka nilai penjualan.

Seharusnya harga diatas Rp60 juta maka dikenakan pajak sebesar 5 persen dari total harga. Namun seringkali masyarakat yang melakukan transaksi jual beli dengan harga hingga kisaran ratusan juta rupiah, justru dibuat layaknya transaksi yang dilakukan dibawah Rp60 juta, sehingga tidak dikenakan wajib pajak,” sesalnya.(SP)

380 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Pelaku Usaha di Pesibar Tak Sadar Pajak

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan