Pelaku Usaha Wajib Patuhi HET Beras

Ilustrasi (ist)

JAKARTA—Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kembali mengingatkan para pelaku usaha untuk mematuhi aturan Harga Eceran Tertinggi (HET). Para pelaku usaha yang menjual beras melebihi HET akan diberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha.

Enggartiasto mengatakan, pencabutan izin tersebut akan dilakukan pemerintah apabila pelaku usaha tetap menjual beras di atas HET yang telah ditentukan setelah diberikan peringatan tertulis sebanyak dua kali.

Baca Juga:  Pengusaha Ritel Diminta Jual Beras Premium Sesuai HET

“Pelaku usaha yang menjual harga beras melebihi HET dikenai sanksi pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit, setelah diberikan dua kali peringatan tertulis,” kata Enggartiasto, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/11).

Enggar mengingatkan para pelaku usaha agar mematuhi kebijakan HET untuk beras, sesuai Permendag Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan HET beras yang berlaku sejak 1 September 2017.

Penetapan HET beras kualitas medium, untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi sebesar Rp9.450 per kilogram, dan Rp12.800 untuk jenis premium.

Baca Juga:  Pengusaha Ritel Diminta Jual Beras Premium Sesuai HET

Wilayah Sumatera, tidak termasuk Lampung dan Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan untuk beras kualitas medium Rp9.950 dan premium 13.300 per kilogram.

Sementara untuk Maluku termasuk Maluku Utara dan Papua, HET beras kualitas medium sebesar Rp10.250 per kilogram dan Rp13.600 untuk beras jenis premium.

Pemerintah tengah melakukan pengawasan intensif terkait datangnya perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2018, dan menyatakan bahwa harga-harga barang kebutuhan pokok (bapok) stabil dan stok mencukupi. Harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru biasanya tidak naik signifikan.(*)

344 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

HET Beras

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan