Pelemparan Bom Molotov Diduga Masalah Pribadi

 

Bandar Lampung-Polresta Bandar Lampung bersama Polsek Sukarame tengah mendalami percobaan pembakaran rumah dengan pelemparan benda yang diduga bom Molotov di rumah ASN Pengadilan Tinggi Lampung yakni Aznil Mahendara pada hari Rabu (27/5)  lalu.

Polresta Bandar Lampung meastikan peristiwa itu bukan aksi terorisme namun dugaannya merupakan persoalan pribadi antara ASN PT Tanjung Karang dengan ASN Pengadilan Negeri Blambangan Umpu, Way Kanan.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol  Rosef Effendi menjelaskan bahwa  rumah korban yang mengalami pengrusakan di bagian tembok dan ac itu bukan karena disebabkan bom molotov namun  akibat lemparan  botol yang sudah berisi bensin.

Sebab   berdasarkan hasil olah TKP,  polisi menemukan sebuah botol   dan sumbu  yang terisi bensin  diduga alat itu  yang digunakan pelaku  melempari rumah korban, dalam kasus ini    petugas juga sudah memintai keterangan sejumlah saksi dan pihak-pihak terkait.

Dari pemeriksaan itu   menurut kasat     peristiwa  pelemparan  itu dilatarbelakangi masalah pribadi antara pemilik rumah Aznil  Mahendra dengan salahsatu pegawai yang bekerja di Pengadilan Negeri Blambangan Umpu Waykanan.

Kendati demikian  Kasatreskrim enggan menjelaskan secara rinci  masalah pribadi tersebut namun pihaknya  menyatakan pihak masih terus mendalami kasus itu.

Sebelumnya   rumah    Aznil Mahendra  Kasubbag Kepegawaian  Pengadilan Tinggi Lampung   terbakar setelah dilempar bom molotov oleh dua orang tak dikenal pada rabu lalu sekitar pukul 14.30 wib

Saat kejadian   kondisi rumah dalam keadaan sepi ditinggal penghuninya akibatnya peristiwa itu    sebagain tembok dan ac hangus terbakar   dari lokasi kejadian polisi juga  menyita sebuah botol berisi sumbu yang diduga digunakan sebagai bahan peledak oleh kedua pelaku.(Tomi)

Posting Terkait