Peluang Usaha Hidropnik Saat Pandemi

 

Pesawaran (FS) – Tetap aktif dan menghasilkan walau di masa Pandemi covid 19,  berpeluang dan tetap mengikuti aturan dari himbauan protokol kesehatan (prokes), itulah sosok dari Suhaimi, pria tengah baya berusia 58 tahun, warga Desa panggungrejo, kecamatan sukoharjo, kabupaten pringsewu, tetap berpenghasilan dan sukses dengan usahanya bertani,  dengan bercocok tanam Hidroponik, dan tetap menjalani aturan prokes, tanpa Harus keluar Rumah.

Pria yang mengaku hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar ini,  sempat bingung saat awal mencoba berusaha tetap bekerja dan menghasilkan, namun tidak melanggar aturan prokes, di masa pendemi covid 19 kini.

“Pemerintah melalui protokol kesehatan, melarang kita untuk banyak berpergian, alias di rumah saja, namun urusan hidup gak di tunda,” akunya

Dilanjutnya, melihat peluang berkebun tanaman organik hidroponik, bisa di lakukan di rumah, dengan lahan seadanya dan modal secukupnya, usahanya bercocok tanam dengan hidroponik berjalan dan menghasilkan.

“Alhamdulillah Dengan lahan seadanya, modal juga semampu kita punya, karena harus buat tempat untuk menanam tanamannya, usaha ini sudah berjalan selama enam bulan, dan bisa menghasilkan 8 juta rupiah rata-rata per bulannya,” ungkapnya

Dengan mengandalkan 3 jenis sayuran,  seperti Selada, seledri, dan kemang, bapak dengan empat anak yang kini semua sudah memiliki titel sarjana tersebut, walau harus hidup berdampingan dengan virus Corona, menjalani hidup di masa Pandemi covid19, dia tetap optimistis dan bertekad mengembangkan usaha tanaman organik hidroponik miliknya, tapi tetap di rumah saja, ikuti prokes, walau kini, Suhaimi, sempat kerepotan dalam memenuhi permintaan pasar,

“Untuk pasar, hanya untuk memenuhi permintaan dari wilayah Pringsewu dan sekitarnya, dan terkadang permintaan pasar tidak dapat terpenuhi karena keterbatasan,”

 

Mengandalkan 3 jenis tanaman organik hidroponik tanpa zat kimia, dengan mensiasati lahan 300 meter persegi halaman rumahnya,  sayur mayur tanaman hidroponik, bisa dipanen setiap 25 hari sekali, dengan menghasilkan kisaran 8 juta di tiap panennya,

” Pada intinya , dalam berusaha bisa di lakukan dimana tempat, dan mengerti apa usaha yang kita jalankan, dalam situasi Pandemi saat ini, berarti kembali ke kita sendiri yang dapat mensiasati peluang penghasilan bagi kita sendiri,” tutupnya, (DP)

Posting Terkait