Pembakaran Lahan Tebu di Way Kanan Upaya Pengalihan Isu

Pembakaran Lahan Tebu di Way Kanan Upaya Pengalihan Isu

Foto: Istimewa

WAY KANAN – PEMBAKARAN lahan tebu yang dilakukan PT PEMUKA SAKTI MANIS INDAH (PSMI) dan PT BUMI MADU MANDIRI (BMM) yang berada di Kecamatan Pakuan Ratu dan Negeri Besar, Selasa (22/05/2018), diduga hanya akal akalan pihak perusahaan saja sebagai bentuk pegalihan isu untuk mempublikasikan program atau kegiatan yang telah dilakukan pihak perusahaan di empat Kecamatan yang ada didaerah Way Kanan, Kebamatan Negeri besar, Negara Batin, Pakuan Ratu dan Mesir.

Dalam pernyataannya kepada Awak Media Manajer servis PT.PSMI Meizikri Bakhtiar menyebutkan pihak perusahaan sudah memberikan kehidupan dan kontribusi terhadap masyarakat di empat kecamatan tersebut.

Menanggapi hal itu Ahmad Husaini (29) salah satu Tokoh Pemuda  kecamatan Negeri besar Kabupaten Way Kanan menyambut baik pernyataan Manager PT PSMI.

Tapi dia berharap pihak perusahaan mengkaji ulang karena, sepengetahuan nya serta hasil konfirmasi terhadap seluruh kepala kampung dan pihak kecamatan selama tahun yang di sebutkan pihak manager PT PSMI, khusus nya realisasi proyek perbaikan jalan yang nilai nya mencapai miliaran Rupiah berada di kampung-kampung  kecamatan Negeri Besar, sejauh ini mereka tidak mengetahui nya.

“Saya sangat bersukur dengan tindakan pihak perusahaan, jika dia mengatakan sudah mengucurkan Dana Bagi Hasil (DBH) kepada 650 petani mitra yang berada di 4 kecamatan, tapi itu kewajiban perusahaan dan itu hak petani yang tanah nya di garap bermitra dengan pihak perusahaan, toh mereka sama-sama untung, mungkin selama ini mereka menyebutkan sudah mengeluarkan CSR, yang memang kewajiban mereka,” ungkapnya.

“Kemudian apa mereka juga sudah mengeluarkan dana kepedulian Lingkungan yang selama ini kita tidak tahu keberadaan nya,” sambung Husen.

Yang ingin saya tanyakan di sini, proyek jalan di Negeri Besar itu jalan yang mana, sebab selama ini jalan Kabupaten yang ada di kecamatan Negeri Besar di bangun dari dana APBD kabupaten, jalan provinsi di pebaiki oleh dinas bina marga provinsi dan jalan kampung di benahi dari dana desa(ADD),” katanya.

“Maka dari itu kami tidak mempermasalahkan apa yang mereka lakukan selagi positif dan tidak membawa dampak yang membahayakan terhadap lingkungan, tapi tidak adakah cara lain memanen tebu itu selain harus dibakar sedangkan dalam UU ini tercantum jelas dalam Bab X bagian 3 Pasal 69 mengenai larangan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi larangan melakukan pencemaran, memasukkan benda berbahaya dan beracun (B3), memasukkan limbah ke media lingkungan hidup, melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sejauh ini perusahaan di anggap melanggar Larangan-larangan tersebut,meski diikuti dengan sanksi yang tegas dan jelas tercantum pada Bab XV tentang ketentuan pidana pasal 97-123.

Salah satunya adalah dalam pasal 103 yang berbunyi: Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah), namun tidak membuat pihak perusahaan patuh,” pungkasnya.

Di tempat yang berbeda, Kapolres Way Kanan AKBP Doni Wahyudi S,ik, melalui Kasat Reskrim AKP Yudha Wiranrgara, yang di hubungi via Whatsap pribadi nya menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa sementara Manager PT.PSMI.

“Anggota kami sudah memanggil dan memeriksa, sementara pihak Manager tinggal menunggu hasil nya karena mereka sedang menyiapkan dokumen hasil pemeriksaan, sementara Ijin nya di perbolehkan membakar tebu tapi ada syaratnya,” pungkas Yuda. (DA)

333 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Ladang Tebu PT BUMI MADU MANDIRI PT PEMUKA SAKTI MANIS INDAH

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan