Pembalak Liar Masih Gentayangan

Ilustrasi (Ist)

Gedongtataan – Pembalakan liar masih gentayaangan di Provinsi Lampung. Pembalakan itu yang terpantau masih terjadi di Register 39 Tanggamus, Register 17 Desa Mekarjaya, Lampung Selatan, dan di Umbulan Batu Lapis Resort Way Lima Tahura. War Register 19.

Di Register 39, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Daerah Lampung sudah melaporkan ke Kepolisian Daerah maupun Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

Kemudian di hutan Register 17, Dusun Cimanuk, Desa Mekarjaya, Merbaumataram, Lampung Selatan, yang masih terjadi.
Setiap hari mereka menebang pohon yang besar, lalu diangkut menggunakan truk. “Setiap hari mereka menebang pohon di hutan lindung,” kata Marzuki (39), warga setempat.

Selain itu pembalakan juga terjadi di Umbulan Batu Lapis Resort Way Lima Tahura. War Register 19. “Pelaku pembalakan liar sekarang malah semakin berani, ” kata Nasrin, Ketua Gapokhtan Molokh Lestari, yang mengaku baru saja menggerebek pembalak liar tersebut, kemarin.

Baca Juga:  Bupati-Walhi Cegah Pembalakan Liar

Dia bersama warga dari Desa Banjar Negeri, Sumber Sari, Cipadang dan Padang Ratu menggerebek penebangan hutan lindung di sekitar Resort Way Lima Tahura Wan Abdurrahman register 19.

Menurutnya Nasrin, penggerebekan itu dilakukan, dikarenakan masyarakat sudah gerah dan was was dengan aksi ilegal loging yang sudah sering terjadi di sekitar daerah tersebut.

“Masyarakat sekitar sini sangat menentang dengan pengerusakan hutan, dampaknya sangat dirasakan oleh warga disini, seperti banjir seperti beberapa waktu lalu yang melanda Way Lima dan Gedongtataan,” tukasnya.

Namun, dia melanjutkan, penggerebekan tersebut sudah diketahui oleh pembalak liar, sehingga tidak satu pun pelaku yang berhasil ditangkap. “Kami itu sudah melakukan pengintaian sejak Jumat, (8/9) sore, tapi kayaknya aksi kami sudah bocor sehingga para pelaku sudah pada kabur. Walaupun kami tidak berhasil menangkap para pelaku tapi kami mendapatkan barang bukti berupa 36 buah kayu sonokeling yang sudah dipotong sepanjang dua meteran dan 1 buah kayu sonokeling sepanjang satu meter dengan keadaan siap angkut, setelah dilakukan penyisiran disekitar umbul batu lapis hingga Sabtu (9/9) pukul 07.00 wib,” ucapnya.

Baca Juga:  Penegak Hukum Bekingi Pembalakan Liar

Lanjutnya, hingga saat ini, pihaknya masih tetap menjaga barang bukti bersama masyarakat lainnya, sebelum diserahkan kepada polisi. “Dalam aksi ini kami juga kan bekerja sama dengan Polres Pesawaran, makanya barang bukti ini akan kami serahkan ke Polres Pesawaran,” sambungnya.

Ia pun mengharapkan agar penegak hukum dapat melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut, agar kegiatan ilegal loging di Kabupaten Pesawaran dapat segera diberantas. “Kami maunya polisi maupun TNI dapat serius dalam melakukan pemberantasan terhadap aksi ilegal loging, kalau bisa sampai ke akar-akarnya, sebab jika tidak ada tindaklanjutnya, maka warga yang akan terus bergerak untuk menangkap para pelaku ilegal loging,” pungkasnya.

Baca Juga:  Bupati-Walhi Cegah Pembalakan Liar

Menurutnya, Aksi pembalakan liar di Umbulan Batu Lapis Resort Way Lima Tahura War register 19, masih berlangsung. Pengerusakan kawasan hutan lindung tersebut membuat gerah warga yang berdomisili dilereng gunung dan sepanjang aliran sungai dan beberapa desa disekitar Taman Hutan Rakyat Wan Abdurahman (Tahurawar) register 19 resort Way Lima dan Gedongtataan. (MH/PS)

479 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Pembalakan Liar

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan