Pembangunan Bandarlampung Belum Berpihak ke Rakyat

Foto: dok.fajar sumatera

BANDARLAMPUNG – Mantan Bupati Lampung Selatan periode 2010-2015, Rycko Menoza, menilai perencanaan dan pembangunan di Kota Bandarlampung, masih belum berpihak kepada masyarakat dan tidak berdasarkan kebutuhan.

“Itulah yang menjadi koreksi, hal itu saya dapat dari merekam, menerima masukan masyarakat, hingga diskusi bersama. Artinya dalam hal merencanakan sesuatu, masih banyak yang belum terpenuhi, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH), hingga pengelolaan sampah, dan ini hanya contoh kecil,” jelas Ryco, saat menyambangi Studio Fajar Surya Televisi, Kamis.

Semua itu, kata dia, tidak cukup hanya dengan aturan, tapi harus diikuti pula bagaimana permasalahan tersebut agar jangan sampai memunculkan dampak, apalagi dampak langsung ke masyarakat.

Baca Juga:  Rycko Menoza & Sosio-Nasionalisme

Putra dari mantan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP yang maju dalam pemilihan Wali Kota Bandarlampung (Pilwakot) tahun 2020 mendatang ini juga melihat, masih banyak masalah kebutuhan mendasar di Kota Tapis Berseri, seperti halnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

“Saya masih mendengar dan menerima masukan, bahwa masih terlalu rumit dan panjangnya birokrasi agar masyarakat mudah mendapatkan asuransi kesehatan, ini yang harus dicari solusinya. Dan perihal bina lingkungan (biling), mungkin dalam satu sisi bagus, tapi ada hal yang yang justru tidak sesuai,” papar Rycko.

Baca Juga:  Rycko Ambil Formulir Balon Walikota di PDIP

“Saya kira musti pemerintah harus lebih tanggap. Jangan hanya mengedepankan satu pembangunan favorit, tanpa uji publik dari dampak pembangunan,” timpalnya.

Sebagai sosok orang dengan segala kekurangan dan punya pengalaman, mantan Bupati Lamsel ini paham betul cara menangani persoalan, dalam menentukan kebijakan. Yakni, dengan melibatkan semua komponen, bukan kumpul-kumpul orang untuk sesaat.

“Pemerintah itu bila memberi bantuan tidak minta timbal balik, tapi harusnya ikhlas. Seperti pengajian, saya lihat sampai menggunakan ustadz dari luar kota hanya untuk popularitas. Bila bicara agama, saya kira ustadz lokal di Bandarlampung banyak yang bagus, sambil bagaimana kita berbagi pengetahuan agama. Pola ini harus dirubah,” papar Rycko.

Baca Juga:  Tokoh Pemuda Pancasila Dukung Ridho-Bakhtiar

Memilih pemimpin, tidak hanya acara 5 tahunan, dan ia juga menganggap masyarakat Kota Bandarlampung pada khususnya tahu bagaimana memilih pemimpin yang jelas latar belakangnya. Baik itu dari latar belakang pendidikan, keluarga, pengalaman, serta jabatan organisasi.

“Kita sama kawan kan saling tahu antar sesama, saya kira inilah, jagan sampai masyarakat membeli kucing dalam karung,” tandas Rycko.(*)

Pemuda Pancasila Pilkada Bandarlampung Rycko Menoza

Posting Terkait