Pembangunan Gardu Induk PLN di Pesawaran Tunggu Izin Amdal

gardu induk pln.ist

BANDARLAMPUNG—PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membangun satu lagi Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITET) 275 kv di Desa Sribawono Kabupaten Pesawaran.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung masih menunggu kelengkapan dokumen dari pihak PLN terkait izin lingkungan atau analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) untuk selanjutnya dilakukan penetapan lokasi (Penlok) atas persetujuan Gubernur Lampung.

Kepala Biro Administrasi dan Pembangunan, Zainal Abidin mengatakan, setelah pembebasan tanah seluas 6,25 hektare dilakukan dan memiliki izin yang lengkap serta telah ditentukan lokasinya, maka pihaknya akan membentuk tim persiapan pengadaan tanah dengan bersosialisasi kepada masyarakat sekitar.

“Kami menyarankan agar pihak PLN segera melengkapi persyaratan dokumen, jangan sampai kita sudah bentuk tim persiapan, kita sudah bersosialisasi ternyata izinnya tidak keluar. Bahkan apabila sudah terjadi teken penetapan lokasi oleh gubernur tak jalan-jalan penloknya mangkrak karena izin lingkungannya tak terbit, sementara masa berlakunya penlok itu kan dua tahun,” ungkap Zainal, usai rapat rencana pembangunan GITET, Rabu (30/5).

Dia berharap, meski pembangunan gardu induk ini merupakan program strategis nasional yang pengerjaannya perlu percepatan, namun tetap harus mematuhi kaidah peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun ia bersyukur karena PLN sedang memproses perizinannya di Dinas Lingkungan Hidup di Kabupaten Pesawaran.

Setelah lengkap, dokumen selanjutnya akan diserahkan ke BPN untuk pelaksanaan pengadaan tanah dan pembayaran ganti rugi pada masyarakat.

“Kita juga gak mau memberi ganti rugi ke masyarakat dan masyarakat sudah menerima duit tetapi dari prinsip lingkungan belum bisa dibangun. Tapi kita harapkan 2018 sudah terbangun, karena di 2019 gardu induk ini harus fungsional,” katanya.

Deputi Manajer Pertanahan, PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan (UIP SBS), Agung Teguh Setiyoso mengungkapkan, proses pengerjaannya akan dilaksanakan setelah dilakukan proses lelang, namun saat ini masih dalam tahap pembebasan tanah. Dia menyadari masih ada dokumen yang belum dilengkapi sebagai syarat untuk dibangunnya GITET ini.

“Masih kita proses di Dinas Lingkungan Hidup di Pesawaran, kami juga ingin secepatnya ini bisa selesai agar masyarakat bisa menikmati dari pembangunan GITET yang merupakan transmisi evakuasi daya dari Mesuji ke Sribawono,” ungkapnya.(ZN)

410 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan