Pembubaran Diskusi Kampus UNAS Tindakan Fasis

Foto: Ist

BANDAR LAMPUNG – PADA Senin (19/3/2018), pembatasan ruang demokrasi di dunia pendidikan kembali terjadi. Kali ini terjadi di Universitas Nasional (UNAS) Jakarta Selatan.

Agenda yang diselenggarakan oleh Aliansi Pemuda Mahasiswa Indonesia (APMI) dilarang dan dibubarkan pihak keamanan kampus dengan rekomendasi Badan Administratif Umum Dan Asisten Rektor Universitas Nasional (UNAS).

Diskusi yang diselenggarakan Aliansi Pemuda Mahasiswa Indonesia dengan Tema Pembungkaman Ruang Demokrasi di era Jokowi-JK dihadiri puluhan mahasiswa dari beberapa kampus.

Di antaranya Mahasiswa Unas, Mahasiswa IISIP, Mahasiswa Universitas Pancasila, Unisma Bekasi, Universitas Bung karno dan beberapa organisasi Pemuda Mahasiswa sekala Nasional maupun daerah seperti Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Front Mahasiswa Nasional (FMN), GMNI Jakarta Selatan, Aksi Kaum Muda Indonesia (AKMI), dan Front Nasional (FN) Persatuan Pemuda Indonesia (PEPINDO).

Kronologis Pembubaran agenda diskusi tersebut antara lain :

  1. Agenda diskusi dimulai pukul 16.30 dilakukan Di Taman depan kampus Unas.
  2. Agenda diskusi dibuka dengan pendiskusian mengenai situasi internasional, Nasional Dan aturan Pembungkaman Ruang Demokrasi (RKUHP, MD3, UU Ormas Dan lainnya)
  3. Setelah pemaparan situasi tersebut dilanjutkan dengan diskusi, tetapi baru beberapa saat pendiskusian dimulai, petugas keamanan kampus memanggil beberapa perwakilan Mahasiswa sekaligus meminta absensi dan materi diskusi.
  4. Setelah memanggil kawan-kawan, selanjutnya Mahasiswa Di bawa ke dalam kampus untuk menemui Badan Administrasi Umum (BAU) Dan Asisten Rektor.
  5. Kesimpulan Dari pemanggilan tersebut adalah menyuruh Mahasiswa membubarkan diskusi dengan mengancam jikalau tidak membubarkan diri maka akan dibubarkan secara paksa.

Demikian kronologis Dari Pembubaran diskusi Di kampus Unas. Atas tindakan tersebut Kita bisa melihat bahwa kampus Unas adalah kampus yang anti terhadap diskusi Dan demokrasi bagi Mahasiswanya.

Ini adalah salah satu kasus di dunia pendidikan yang bisa Kita simpulkan adalah tindakan fasis di dalam dunia pendidikan Indonesia di bawah Rezim Fasis Jokowi-JK.

Atas situasi demikian LMND mengecam tindakan fasis yang Di lakukan Universitas Nasional Dan LMND menyatakan dengan tegas bahwa Universitas Nasional Anti terhadap demokrasi Dan pengembangan ruang Demokrasi Di dunia pendidikan bagi Mahasiswa. (*)

635 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Diskusi Kampus UNAS

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan