Pemerintah Pusat Impor Garam dari Australia

BANDARLAMPUNG – Pemerintah pusat akhirnya memutuskan untuk melakukan impor garam sebanyak 75 ribu ton akibat kelangkaan garam saat ini.  Keputusan ini diambil setelah menghitung kebutuhan nasional dan stok panen garam yang dinilai tidak mencukupi.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, mengatakan dalam impor garam bahan baku untuk garam konsumsi ini pemerintah menugaskan PT Garam untuk melakukan impor Nantinya garam dari Australia tersebut akan masuk ke Indonesia pada 10 Agustus.

Baca Juga:  Pemprov Antisipasi Kelangkaan Garam

“Setelah melakukan berbagai pertimbangan akhirnya kita putuskan untuk impor.  Insya Allah dengan keputusan ini kebutuhan garam nasional terpenuhi”  ujar Oke di Kantor Kemendag, Jumat, (28/7).

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Lampung Ferynia, mengatakan, kekurangan garam di wilayah Lampung harus menunggu pasokan dari luar Lampung.  Pasokan tersebut termasuk garam impor atau pasokan dari distributor garam di luar Lampung.

Baca Juga:  Reihana Himbau Masyarakat untuk Konsumsi Garam Beryodium

Ia menambahkan sembari menunggu garam impor yang tiba di tiga pelabuhan di Indonesia, pihaknya terus meminta distributor garam di Lampung untuk mengontak distributor daerah lain seperti NTT.

Terkait dengan menipisnya stok garam, Pemprov Lampung sudah menyampaikan ke Kementerian Perdagangan. Dalam datanya, stok garam di wilayah Lampung sekitar 120 ton, bila tidak disuplai dari daerah lain sepekan ke depan, maka akan terjadi kelangkaan garam. “Kebijakan impor garam dari pusat. Kami masih menunggu Lampung dapat atau tidak,” singkatnya.(ZN)

Baca Juga:  Polda Lampung Sita 50 Ton Garam Ilegal

Garam

Posting Terkait